Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

Mei
08

SIM 1

Polantas: “Stop, mana SIM?”
Kabayan: “SIM saya Pak?”
Polantas: “Ya iyalah, masak SIM saya?”
Kabayan: “Emang Pak Polisi punya SIM gitu?”
Polantas: “Ya punya dong!”
Kabayan: “Lalu, kalau ada tilang yang nanyain SIM-nya  siapa?”
Polantas: “Ya, polisi juga.”
Kabayan: “Ah, masak polisi nilang polisi? Bisa-bisa temen makan temen tuh!”
Polantas: “Maumu siapa?”
Kabayan: “Ya…saya dong.”
Polantas: “Oke lah, tapi damai di tempat ya?”
Kabayan: “Nah…gitu dong sekali-sekali gantian nilang biar adil. Ayo, cas dulu!”

SIM 2

Ayah Euis: “Kau kutilang karena tak bisa memperlihatkan SIM.”
Adun: “Saya ‘kan  sedang pacaran dengan Si Euis anak Bapak, bukan sedang nambangan angkot. Kok nanyain SIM segala?”
Ayah Euis: “Justru karena kau sedang berpacaran, maka wajib memperlihatkan SIM. Kalau tidak, sangat berbahaya.”
Euis: “SIM apaan sih Pak?”
Ayah Euis: “Surat Izin Memacari.”
Adun: “Terus terang aja Pak, minta rokok gitu. Nih, sebatang! Sana pergi, ganggu aja!”

SIM 3

Ojon: “Kalau Babeh tak merestui pernikahan saya dengan Si Eneng, anak Babeh, saya mah minta SIM saja.”
Abah Godeg: “Emangnya gue tukang bikin SIM? Minta sana ama polisi!.”
Ojon: “Kagak bakal diberi dong Beh. Mesti dari Babeh, baru aman.”
Abah Godeg: “Heh, sontoloyo! SIM  apaan sih?”
Ojon: “Itu…SIM singkatan dari Surat Izin Mencabuli.”
Abah Godeg: “Baiklah, saya juga minta SIM dari kamu.”
Ojon: “SIM apaan Beh?”
Abah Godeg: “Surat Izin Modaran sia!”

SIM 4

Pencuri: “Kenapa  Pak Hansip nanya-nanya SIM segala? ‘Kan  saya  ketangkep gara-gara mencuri sandal jepit, sudah butut lagi!”
Hansip: “Justru karena itu gue tanya SIM. Lain kali, kalau mau mencuri di kompleks ini harus minta SIM dulu pada hansip.”
Pencuri: “Maksudnya?”
Hansip: “Ya, harus ada SIM alias Surat Izin Maling yang ditandatangani hansip. Kalau ada SIM ‘kan gue mudah memberikan petunjuk, mana rumah koruptor, mana rumah markus pajak, dan mana rumah orang kaya, tetapi cap jahe sehingga elo  dapet  gaetan gede. Kalau  cuma gaet sandal jepit butut milik gue, mana bagian guenya?”

SIM 5

Setan: “Hei, ngapain lu manjat pohon tinggi-tinggi?”
Dogol: “Mau bunuh diri!”
Setan: “Enak aja mau bunuh diri. Jangan selonong boy gitu atuh, ayo perlihatkan SIM!”
Dogol: “Masak mau bunuh diri harus perlihatkan SIM. Boro-boro mobil atau motor, hidup gue sengsara makanya mau bunuh diri.”
Setan: “Itu urusan elo. Tapi gue diberi mandat untuk mencegah elo jangan bunuh diri tanpa SIM.”
Dogol: “SIM?”
Setan: “Iya, Surat Izin Mati. Sebab, kau mau bunuh diri yang berarti ingin mampus sebelum waktu yang diizinkan oleh Tuhan, padahal tanpa bunuh diri pun kau pasti mati.”
Dogol: “Benar juga, ya?” (Humor-humor SIM koleksi Kang Fendy Sy. Citrawarga, dibaca boleh dijiplak jangan)***

 

 

Mei
01

PojokEsek-esek

– “AA (14) siswi kelas enam sebuah SD di Tulung, warga Desa Tulung, Kec.  Tulung Klaten, menjadi korban pencabulan yang dilakukan tetangganya, SEM (25). Akibat perbuatan tersebut pelaku ditangkap petugas Reskrim Polres Klaten. Tersangka yang berprofesi sebagai pedagang itu, ditangkap di tempat persembunyiannya di Jln. Ciliwung, Kelurahan Mintaragen Tegal Timur, Tegal. Tersangka mengakui, telah mencabuli korban sebanyak tiga kali. Pertama dilakukan pada 15 Maret lalu di sebuah kamar mandi rumah kosong milik Suparno di Desa Tulung. Perbuatan kedua, dilakukan pada 18 Maret di rumah teman pelaku dan perbuatan ketiga dilakukan 23 Maret di kamar mandi milik Parwoto, juga di desa detempat.
Sebelumnya korban sudah saling kenal karena tetangga. Saat itu korban ngontak pelaku melalui SMS, lalu mereka bertemu. Selanjutnya pelaku mengajak korban ke kamar mandi. Di tempat tersebut, pelaku yang berbau alkohol setelah pesta miras mencabuli korban.” Demikian laporan SKH  “Kedaulatan Rakyat”, Sabtu  (17/4’10).
+”Inilah buaya tak beretika, anak tetangga  diperkosa.”
 
- “KASUS pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kab. Sukabumi kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah DW (12), warga Desa/Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi. Sebelum dipaksa melayani nafsu berahi tersangka Ag (27), korban diancam akan dibunuh. Berdasarkan keterangan, korban merupakan anak majikan tersangka. Korban pasrah karena takut dibunuh.
Orangtua korban yang mengetahui perbuatan Ag, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Curugkembar. Selang beberapa jam kemudian, tersangka diringkus di rumahnya, Rabu (7/4).” Lapor HU “Galamedia”, Kamis (8/4/’10).
+ “Inilah buaya kelaparan. Anak majikan  diasaan.”

- “KUS (36) warga Desa Sukajaya, Kec. Rajadesa, Kab. Ciamis nyaris diamuk massa yang marah atas kelakuan tersangka yang berbuat cabul terhadap putrinya sendiri. Akibat perbuatan bejatnya, anak tersangka, sebut saja Baluntas (14) saat ini hamil dua bulan. Kabar tersangka menghamili putrinya yang tersebar pada hari Minggu (18/4)  dengan cepat menyebar di kalangan warga. Marah atas kelakuan tersangka, warga pun berbondong-bondong  mendatangi rumah tersangka. Mengantisipasi kemarahan warga, Senin (19/4) tersangka yang sebelumnya ditahan di Mapolsek Rajadesa, akhirnya dipindahkan ke ruang tahanan mapolres Ciamis.Informasi yang diterima “PR” menyebutkan, kasus pencabulan Kus terhadap Baluntas yang masih duduk di bangku SMP itu terbongkar Minggu (18/4). Hal itu bermula ketika beberapa hari sebelumnya ibu korban, Santi (30) curiga terhadap perubahan tubuh anaknya. Setelah didesak, korban mengakui telah digagahi ayahnya sendiri dengan ancaman.”  Lapor HU “Pikiran Rakyat”, Selasa  (20/4/’10).
+”Inilah buaya edan, anak kandung pun dimakan.”
 

PojokMaut

-”SM Zubaidah (22), warga Dusun Seseh, Desa Selomoyo, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, menjadi korban bacokan mantan suaminya My (28) hingga tewas. Pasalnya, Siti menolak dirujuk, padahal My mengaku masih mencintainya.” Tulis SKH “Kedaulatan Rakyat”,  Selasa (27/4/’10).
+”Judulnya, bukan Ayat-ayat Cinta, melainkan Ayat-ayat Setan.”

PojokCrime/Law

-”INI terjadi di Bandung, Kamis (29/4) pukul 23. WIB, rampok bersenpi gasak warnet.”
+”Saatnya warnet dijaga aparat bersenjata juga.”

-”Niat Jr (43) menikahi Sm (27) gadis pujaannya warga Bambanglipuro Bantul gagal lantaran KTP dan identitas lainnya diketahui palsu. KTP milik Jr yang semula berstatus telah menikah berubah menjadi jejaka.” Tulis SKH “Kedaulatan Rakyat”, Rabu (21/4/’10).
+”Kacian deh lo!”

PojokKDRT

-”DIBAKAR cemburu, Kap (60) penderita stroke menahun, warga Desa Warujaya, Kec. Depok, Kab. Cirebon tega membantai istrinya, Nasuhah (55) hingga tewas, Senin (25/4).” Lapor “Pikiran Rakyat”, Selasa (27/4/’10)
+”Emang cemburu lebih kejam daripada cemberut.”

PojokSOSial

- “DEPRESI berat karena seluruh harta dijual suaminya, Nyi. Titim (42) warga Kampung Jantake, Desa Sasagaran, Kec. Kebonpedes, Kab. Sukabumi, terpaksa harus dipasung di rumahnya sendiri.”  Tulis “Pikiran Rakyat”, Minggu (25/4/’10).
+”Inilah yang disebut suami lebokeun tetelo teh.”

PojokSport

-”DIPICU selebrasi berlebihn anggota DPRD Karawang, Persib vs Pelita rusuh.” Kata media-media di Bandung, Minggu 25 April 2010.
+“Tak seharmonis  jaipongan dan goyang karawang nya?”

PojokPolicik, eh Politik

-”MENKUMHAM akan memvonis mati para koruptor agar mereka jera.” Kata berita
+”Percuma jika penegak hukumnya tak dijatuhi hukuman yang sama jika terbukti bersalah melindungi koruptor.”

PojokFulus

-”FIT (20) warga Cibaru, Anyer, ditangkap polisi karena kedapatan memakai dan mengedarkan narkoba jenis sabu dengan alasan frustrasi tak memiliki pekerjaan.” Lapor HU “Kabar Banten”, Sabtu (24/4/’10)
+”Padahal kalau mengedarkan, memakai,. dan menjual sepatu mah pasti aman.”

PojokEdu

-”Sebanyak 51.000 anak cacat di Jawa Barat tidak bersekolah,” kata berita.
+”Keur mah cacad, heug bodo, atuh beuki balangsak.  Siapa yang cacat sebenarnya hayoh?”

PojokReligi

-”BELASAN warga Kampung Cikawah, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, yang telah pindah keyakinan dari agama Islam ke agama lain, kini sudah kembali memeluk agama Isklam.” Lapor HU “Kabar Banten” , Selasa (27/4/’10).
+”Alhamdulillah. Selanjutnya, tetap waspada dari orang-orang yang memurtadkan muslim fakir dengan imbalan mi instan.”

+ Eyang Kumis Sakti.***

Apr
30

Pantun Gering

NUNGTUN munding ka Jamaras,
isuk-isuk tabuh tujuh.
UCING gering mabok buras,
tikusruk labuh ka cubluk. (Sasangkleng tuda ilaing mah euy. Batur mah mabok miras der ieu mah mabok buras –bubur heuras– alias aduk).

DINA tampir salak pondoh,
ngasaan ukur sabeulah.
GERING pikir ku kabogoh,
kitu kieu sarwa salah. (Sarua Akang ge, apan ngahuap sangu sasab lain kana sungut tapi kana punduk).

KACAPIRING kembang tanjung,
camperenik di buruan.
GERING nangtung ngalanglayung,
ditampik sapajodogan. (Siga Akang Jang kaedanan ku urang Cibolerang. Ngan Akang mah lain gering nangtung, tapi gering lumpat).

NINI-nini nyekel halu,
ragrag ninggang kana piring.
NYERI huntu najan linu,
nu kitu mah lain gering. (Wayahna raraoskeun ku nyalira, ulah ngarep-ngarep aya nu ngalayad, angot nu nglayadna presiden mah).

MOE sikat dina cangkring,
tiguling nepi ka rengat.
KEUR sehat poho ka gering,
geus gering sono ka sehat. (Awak sehat tur walagri teh mangrupa nimat hirup nu utama. Nu matak, meungpeung sehat, meungpeung jauh tina kasakit, tong talangke ibadah ka Allah SWT, ulah diengke-engke bisi kaburu jadi bangke). (Pantun-pantun Sunda alias sisindirian koleksi Kang Fendy Sy. Citrawarga).***

Apr
26

PojokEsek-esek

-”DIDUGA menodai anak di bawah umur, Sol (22) dan Mat (23),  warga Kp. Kuta Tegal, RT 02/RW 03, Desa Cijengkol, Kec. Caringin, Kab. Sukabumi, Minggu (4/4) diringkus petugas kepolisian. Diduga korban, Bunga (12) –bukan nama sebenarnya–sebelumnya  dicekoki miras (minuman keras). Keterangan menyebutkan, perbuatan bejat kedua tersangka terjadi, Rabu (24/3) lalu. Saat itu, korban yang hendak berangkat sekolah dibujuk dan diajak main ke kawasan Gunung Walat di Batununggal, Kec. Cibadak. Setibanya di lokasi, korban dicekoki miras dan beberapa saat kemudian “digarap” secara bergiliran. Terungkapnya kasus tersebut bermula ketika korban yang baru pulang terlihat mabuk. Setelah didesak orangtuanya, korban menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya.” Tulis HU “Galamedia”.
+”Mabuk miras, keperawanan bocah dikuras. Dasar jelema teu waras.”

- “CARSA (27) warga Blok Kamis, Kampung Koja, Desa Cisambeng, Kec. Palasah, Kab. Majalengka,. Jumat (2/4) ditahan Polres Majalengka karena diduga telah mencabuli salah seorang siswa kelas I sebuah SMP di Kab. Majalengka, Cempaka (13, bukan nama sebenarnya). Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi, Tantan Sulistyana, melalui Wakapolres, Komisaris Polisi Udin Zainuddin, mengungkapkan, tersangka dilaporkan aparat desa setempat pada Jumat malam sekitar pukul 23. 30 WIB ke Mapolsek Palasah. Awalnya, kasus pencabulan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah antara kedua belah pihak di tingkat desa. Menurut Udin, pencabulan terhadap anak di bawah umur ini dilakukan tersangka dua kali, pada 5 Oktober dan 20 November tahun lalu. Kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya. Seketika keluarga korban menemui keluarga tersangka yang tinggalnya masih satu blok dengan korban untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, keluarga tersangka menolak  menikahi korban.” Lapor HU “Kabar Cirebon”, Senin  (5/4/’10).
+”Esek-eseknya OK, menikahinya KO.”

- “AJ (45), warga Sindanghaji RT 34/W 05 Desa Sidaharja, Kec. Lakbok Kab. Ciamis, harus mendekam di sel tahanan Mapolres Ciamis sejak Senin (5/4). Hal tersebut akibat perbuatan bejatnya terbongkar yaitu memperkosa anak angkatnya, Ilalang (12), bukan nama sebenarnya.AJ yang sehari-harintya bekerja sebagai  pedagang, mengakui segala perbuatannya. “Saya menyesal melakukan perbuatan itu,” katanya.Menurut petugas, AJ melakukan pemerkosaan pada Minggu (4/4) lalu. Kasusnya terbongkar atas pengakuan korban kepada Ny. Engkar (45), ibu angkatnya. Pada Minggu pagi AJ pamit kepada istrinya untuk membawa Ilalang berbelanja dan membelikan pakaian untuk Ilalang. Namun, kemudian Ilalang malah dibawa ke rumah milik pelaku dan  di rumah itulah Ilalang diperkosa. Meski melawan, korban tak berdaya.” Tulis HU “Pikiran Rakyat”,  Rabu  (7/4/’10).
+”Ayah angkat emang harus dituruti, tapi bukan untuk servis layaknya suami-istri. Itu mah lampah teu uni dan layak dibui.”

PojokSeleb

-”KRISDAYANTI dikabarkan refreshing ke Australia untuk menenangkan kesedihan biar tidak larut,” kata berita.
+”Siapa tahu dapat bule ya Jeng.”

PojokMaut

-”GARA-gara menggilas jalan berlubang di Jalan Raya Cikamurang-Cijelag, Ujungjaya, Kab. Sumedang, Sumardi (45) dan Ny. Siti Mariam (42), warga Jatiraga Baru, Kadipaten Majalengka, tewas terjatuh dari sepeda motor lalu tertabrak Hyunday, Minggu (18/4),” lapor “Kabar Priangan”, Selasa (20/4/’10).
+”Orang PU bilang, jangan salahkan jalan. Kalau hati-hati mah kagak bakal celaka. Makanya, jalan rusak makin marak.”

PojokCrime/Law

-”SEPASANG suami istri, Dan (42) dan Ny. SH (39), penduduk Cikuleu, Desa Sakurjaya, Kec. Ujungjaya, Kab. Sumedang ditangkap polisi karena diduga terlibat sindikat pencetak upal (uang palsu).” Lapor “HU “Kabar Priangan”, Rabu (21/4/’10)
+”Untung cuma cetak uang palsu, kalau nyitak anak palsu berbahaya!”

PojokSOSial

-”LAPINDO mengeluarkan semburan baru,” kata media, Senin (19/4/’10)
+”Penderitaan warga yang lama belum  terselesaikan.”

PojokSport

-”Demi timnas, orang Inggris rela kelaparan seminggu.”
+”Kacida.”

PojokPolicik,ehPolitik

-”Utang pemerintah, Rp 1.619 triliun,” kata berita.
+”Tenang, negeri ini kaya raya kok.”

PojokFulus

-”Harga pupuk naik, nasib petani kian terpuruk,” kata berita.
+”Spekulan pastinya bertepuk tangan.”

PojokEdu & Sendaya

-”LULUSAN perguruan tinggi harus pintar berwirausaha,” kata Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim,sebagaimana dikutip “Pikiran Rakyat”, Senin (19/4/’10).
+”Lulusan perguruan rendah apalagi.”

-”PENYANYI pop Sunda, Detty Kurnia, tutup usia, Selasa (20/4) akibat  kanker payudara yang dideritanya.”
+”Wilujeng angkat Teh Detty, insya Allah baktimu dalam khazanah seni budaya Sunda akan dikenang selamanya.”

+ Eyang Kumis Sakti.***

Apr
24

Pantun Pajak

EMANG enak makan rujak,
hanya sayang lagi sakit.
ORANG bijak bayar pajak,
kalau emang punya duit. (Iya dong, kagak punya duit mah bayar pake apaan? Emang mau dibayar pake batu?)

KE pasar membeli wajit,
tidak lupa beli keju.
BAYAR pajak pakai duit,
jangan bayar pakai tinju. (Kecuali pajak untuk copet, boleh pakai bogem ya?)

BURUNG gagak burung manyar,
keduanya terbang tinggi.
URUS pajak dengan benar,
jangan sampai dikorupsi. (‘Kan pajak itu duit rakyat, bukan duit koruptor).

KE Cipancar cari kampak,
tak ada cuma gergaji.
PUNYA pacar orang pajak,
babeh ngumpet sampai pagi. (Ah si Babeh, udah kaya sampai hartanya di mana-mana, masih saja ogah bayar pajak. Padahal kalau untuk istri simpanan mah kagak ada istilah tak ada).

MENANJAK di Cihampelas,
jalan lurus mudah tembus.
BAYAR pajak harus ikhlas,
biar fulus nambah terus. (Iya, ‘kan untuk kepentingan bersama. Makanya, biar pada ikhlas bayar pajak, itu markus-markus pajak harus ditumpas sampai tuntas. OK, Bos?). (Pantun-pantun asyik pajak koleksi Kang Fendy Sy. Citrawarga, dibaca boleh dibajak jangan).***

Apr
22

Nurustunjung, 2 Tahun Anak Kandung Dinodai

INDRAMAYU – Perbuatan MS (46), warga Desa Jangga, Kec. Losarang, Kab. Indramayu ini tidak pantas ditiru. Selama lebih dari dua tahun ia tega mencabuli anak kandungnya, MA (14). Warga setempat yang mengetahui perbuatan MS lantas melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat dan MS pun diciduk, Senin (11/5).
Keterangan yang diperoleh “GM”, Selasa (12/5) menyebutkan, di hadapan petugas Polres Indramayu, ayah nurustunjung itu mengaku mencabuli MA, anak pertama dari istri keempatnya sejak 2007 lantaran tidak bisa menahan diri sejak kepergian istrinya yang menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia) di Malaysia. Saat itu, MA masih duduk di kelas VI SD.
Sejak kepergian istrinya, anak kandungnya ini dijadikan budak nafsu setiap malam. Perbuatan tersebut terus berlangsung hingga MA duduk di kelas II sebuah SMP di Kec. Losarang. Untuk menghindari agar anak kandungnya tidak hamil, MS mengaku menggunakan berbagai cara.
MA membenarkan pengakuan MS. Kepada polisi yang memeriksanya, MA menyatakan bapak kandungnya kerap mengancam jika nafsu bejatnya tidak dilayani. Perbuatan itu dilakukan saat keadaan rumah sedang sepi atau tengah malam. Kebetulan mereka tinggal satu rumah dengan kerabat lainnya. “Hampir setiap malam bapak melakukan itu. Apalagi, jika rumah sepi. Bapak selalu memaksa saya,” tuturnya.
Kapolres Indramayu, AKBP Drs. H. Mashudi membenarkan adanya kasus tersebut. “MS telah diamankan di Mapolres Indramayu setelah diciduk saat ngojek. Dalam pemeriksaan, MS mengakui semua perbuatannya,” ujarnya. (Galamedia, Rabu 13 Mei 2009).

Ibu dan Anak Dihamili  Pria yang Sama

BANDUNG – Sementara sang ibu sedang hamil 4 bulan, sang anak melahirkan bayi laki-laki. Ironisnya, ayah dari bayi yang masih dalam kandungan dan yang telah lahir, adalah laki-laki yang sama.
Mawar, sebut saja namanya begitu, remaja wanita yang tidak beruntung. Usianya baru 14 tahun, namun beban hidup yang ditanggungnya demikian berat.  Mawar yang masih duduk di bangku kelas II SMP ini, Sabtu (16/5) dini hari, melahirkan bayi laki-laki yang merupakan “buah” kebejatan ayah tirinya, Er (27). Ketika Mawar melahirkan, sang ibu sedang mengandung 4 bulan yang merupakan “buah” cintanya dengan ER.
Saat ini, Er yang berprofesi sebagai wiraswastawan meringkuk di sel tahanan Mapolresta Bandung Timur. Kapolresta Bandung Timur, AKBP Martinus Sitompul melalui Kasat Reskrim, AKP Djamuddin Pasaribu, menyatakan, terungkapnya kasus pencabulan ini berawal dari persalinan Mawar yang dibantu bidan di kawasan Arcamanik.
Mawar yang tinggal bersama ibu, ayah tiri, dan keluarganya di Kp. Pasirimpun RT 02/RW 08 Kel. Karangpamulang, Mandalajati, Bandung, menyembunyikan kehamilannya hingga saat melahirkan. Ketika ditanya siapa ayah dari bayinya, Mawar menyebut nama Er. Pengakuan itu mengejutkan pihak keluarga yang langsung mengadukan Er ke Polresta Bandung Timur. Atas laporan tersebut, unit pelayanan perempuan dan anak yang dipimpin Ipda Aslely Turnip langsung membekuk Er di rumahnya.
Di tahanan, Er tidak mengakui perbuatannya dan tidak percaya Mawar mengandung hingga melahirkan anaknya. Pada Senin (18/5), Mawar datang ke Polresta Bandung Timur dan mempertemukan bayinya dengan ayah biologisnya. Saat itu, tersangka baru mengakui perbuatannya. (Galamedia, Rabu 20 Mei 2009).

Sebelumnya Dicekoki Miras, 2 ABG Dinodai Bergilir 4 Pemuda

SUKABUMI – Dua orang ABG (anak baru gede) yang masih duduk di bangku sebuah SMP di Sukabumi, Mr (15) dan Ml (15), dinodai secara bergiliran oleh empat pemuda berandalan di kebun singkong di Kp. Pasir Badak, Desa Mangkalaya, Kec. Gunungguruh, Kab. Sukabumi, Kamis (21/5) malam.
Keterangan yang dihimpun “GM” di Mapolesta Sukabumi, Jumat (22/5), nasib nahas yang dialami kedua ABG warga Kp. Batununggal, Desa Batununggal, Kec. Cibadak, Kab. Sukabumi itu sebelum dinodai secara bergiliran terlebih dahulu diancam dengan hunusan golok akan dibunuh.
Awal kejadiannya, ketika itu Mr berkenalan melalui pesan pendek dengan salah seorang pelaku berinisial Hen (26). Dari SMS tersebut akhirnya berlanjut bertemu di darat. Mr dan Hen sepakat untuk bermain dan jalan-jalan ke Alun-alun Cisaat yang saat itu mengajak Ml.
Rupanya tersangka Hen tidak sendiri, tetapi membawa tiga orang rekannya, DD (24), UD (24), dan US (25). Setelah berkenalan di alun-alun, keempat pemuda tersebut mengajak kedua ABG itu jalan-jalan ke daerah kawasan Mangkalaya, Desa Cibentang, Kec. Gunungguruh, Kab. Sukabumi. Namun, tanpa diduga keempat pemuda itu membawa kedua korban ke sebuah kebun singkong.
Sadisnya, di kebun singkong, kedua korban langsung dikalungi golok terhunus kemudian dicekoki miras (minuman keras) yang telah dipersiapkan hingga tidak sadarkan diri. Dalam keadaan tak sadarkan diri, satu per satu tersangka menodai kedua korban secara bergiliran. Setelah puas, keempat tersangka kabur meninggalkan kedua korban di kebun singkong. (Galamedia, Sabtu 23 Mei 2009)

Sopir Elf Perkosa Siswi SD

BALEENDAH – Gadis di bawah umur, En (13), menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan Js (43) yang berprofesi sebagai sopir elf. Petugas Satreskrim Polsek Baleendah meringkus Js, Jumat (22/5). Kapolres Bandung, AKBP Drs. Imran Yunus, M.H. dalam pernyataanya melalui Kapolsek Baleendah, AKP Asep Dedy mengatakan, pelaku yang juga tetangga korban itu terancam hukuman minimal 5 tahun penjara. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Asep Muharam kepada wartawan di Mapolsek Baleendah, Jumat (22/5) mengatakan, tersangka mengakui sudah 3 kali melakukan pemerkosaan terhadap En yang masih duduk di bangku kelas 3 SD di Baleendah. Perbuatan tersangka dilakukan sejak Maret 2009. (Galamedia, Senin 25 Maret 2009)

”Teu Pancakaki”, Adik Kandung pun Dihamili

INDRAMAYU – Perbuatan Car (19), warga Blok Kangkung, Desa Rambatan Kulon, Kec. Lohbener, Kab. Indramayu tergolong teu pancakaki lagi dan tak patut ditiru. Pasalnya, Car rela “makan” adik kandungnya sendiri, Mt (15) hingga hamil 8 bulan.
Tentu saja, Mt yang berstatus pelajar kelas 2 sebuah SMP ini terancam putus sekolahnya. Akibat perbuatan biadab ini, Car ditangkap polisi Mapolres Indramayu.
Menurut keterangan, Minggu (24/5), nasib malang yang menimpa keluarga petani pasangan Carpan (50) dan Ny. Surenih (45) terhadap anaknya yang juga pelakunya adalah anaknya juga ini bermula dari keinginan tersangka Car untuk menggauli adiknya sendiri.
Hubungan cinta terlarang antara kakak adik ini diduga dilakukan tersangka sejak 2006. Meski waktu itu Mt masih duduk di bangku SD, hasrat Car ingin menggauli adiknya tak terbendung. Dalam beberapa kesempatan, Car terus memaksa adiknya dengan ancaman untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri. 
Karena perbuatannya tidak diketahui orang lain, termasuk keluarganya, Car pun ketagihan dan hal itu terus dilalukan. Celakanya, perbuatannya malah membuat bencana di keluarga, Mt hamil. Orangtuanya mengaku terkejut ketika mengetahui anak gadisnya yang masih duduk di bangku kelas II SMP  ini telah berbadan dua.
“Dugaan saya, Mt sedang sakit karena badannya bertambah gemuk. Makanya saya bawa dia ke bidan. Ternyata setelah diperiksa hamil dapat delapan bulan,” kata Surenih kepada “GM” dengan polos seraya menyebutkan, kasusnya terpaksa ditangani polisi setelah sejumlah warga melaporaknnya.(Galamedia, Senin 25 Mei 2009). (Dihimpun oleh fendy sy. citrawarga).***

 

Apr
17

PojokEsek-esek

- “SEBUAH video adegan mesum yang diduga dilakukan pasangan pelajar SMA di Indramayu, menghebohkan warga dan pelajar setempat. Ironisnya, video mesum pelajar ini beredar usai digelarnya ujian nasional (UN). Diduga adegan syur itu dilakukan dua pelajar SMA berbeda. Diketahui pelakunya DRN, siswi sebuah SMA negeri di Losarang, Kab. Indramayu. Perbuatannya tersebut direkam dalam video HP dengan durasi 3 menit 28 detik di sebuah saung di Pantai Lemahabang, Desa Eretan Kulon, Kec. Kandanghaur, Indramayu. DRN yang masih mengenakan seragam olahraga sekolahnya  bercumbu di gubuk tersebut  dengan teman prianya yang juga mengenakan seragam pramuka.” Tulis HU “Galamedia”, Sabtu  (27/3/’10).
+”Mentang-mentang pelajar, berbuat mesum kagak sabar.”

 –” BERDALIH membantu mengerjakan PR (pekerjaan rumah), GA (17) melakukan aksi pencabulan . Siswa SMA yang tinggal di Sleman itu mencabuli kekasihnya, sebut saja Mekar (14) warga Sleman yang masih duduk di bangku SMP. Aksi pencabulan terjadi di bilik warnet yang ada di wilatyah Seturan Caturtunggal Depok. Tidak terima dengan perbuatan GA, orangtua korban melaporkan pelaku ke polisi.
Sebagai barang bukti, petugas menyita pakaian yang dikenakan korban dan kendaraan yang dipakai ke lokasi.
Pelaku mengajak korban ke lokasi kejadian dan memilih salah satu bilik warnet. Di tempat itu pelaku mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri.” Lapor SKH  “Kedaulatan Rakyat” ( 25/3/’10).
+”Mentang-mentang warnet bukan pasar, dijadikan tempat ngamar.”

-”SOPIR elf trayek Majalaya-Bandung, FA alias Ir (55), mendekam di rumah tahanan Mapolsek Majalaya karena mencabuli 70 remaja. Tersangka yang tinggal di rumah kontrakan di Kp. Cihanet, Desa Sukamukti, Kec. Majalaya, Kab. Bandung tersebut berbuat bejat sejak lama. Kapolres Bandung, AKBP Drs. Imran Yunus, M.H. didampingi Kapolsek Majalaya, AKP Moeljono Hadi dan Kanitreskrim, Iptu Dede Iskandar, S.H. di Mapolsek Majalaya, Rabu (31/3) mengatakan, dari sekitar 70 remaja yang menjadi korban, hanya tiga orang yang  membuat laporan.” Tulis HU “Galamedia”, Kamis (1/4/’10).
+”Mentang-mentang sopir, dubur orang dibor tanpa pikir.”

PojokSeleb

-”JULIA Perez yang mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pacitan mengajak lawan politiknya berkompetisi secara sehat,” kata berita.
+”Eyang sendiri setuju aja Jeng Julia nyalonin, asal niatnya untuk husnulkhatimah. Daripada mantan ustaz berarti bukan ustaz lagi.”

PojokMaut

-”DILABRAK WIL (wanita idaman lain)-nya, Sunarto (50) warga Gluntung Patuk Gunungkidul nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun apotas, Sabtu (3/4), tulis “Kedaulatan Rakyat”, Senin (5/4/’10).
+”Dengn apotas, urusan tuntas(?).”

PojokCrime/Law

-”Ajak duel ayahnya karena meminta uang tak dikasih, Ahmadi (30) warga Brangsong RT 01/ RW 04 Kendal tewas seketika tertikam pisau yang ia pakai untuk membunuh ayahnya, Sumadi (78).” Lapor SKH “Kedaulatan Rakyat” Selasa (13/4/’10)
+”Astaghfirullaahal’azhim…!”

-”TIGA orang tewas dalam bentrokan antara Satpol PP DKI Jakarta dan warga  di Makam Mbah Priok, Rabu (14/4).”
+”Masyaallah….!”

PojokKDRT

-”SEOANG ibu muda, Tina Marlina (24) warga Kampung Cibangun, Kel. Ciherang, Kec. Cibeureum, Kota Tasik, meninggal dunia setelah dianiaya suaminya, Kar (23).” Tulis “Kabar Priangan”, Senin (12/4/’10).
+”Na’udzubillaahimindzalik…!”

PojokSOSial

-”ISTIANA (27), warga Dusun Sumber Langon, Desa Serah Tengah, Kec. Bluto, Sumenep, dipasung selama 20 tahun oleh orangtuanya karena mengalami gangguan jiwa.” Tulis “Koran Tempo”, Kamis (8/4/’10).
+”Cukup 20, jangan ditambah jadi 30, 40, apalagi seumur-umur.”

PojokSport

-”Diultimatum harus menang di lima laga ke depan setelah sebelumnya kalah, pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono, memilih mengundurkan diri.”
+”Persib harus tetap maju, jangan cengeng.”

PojokPolicik, ehPolitik

-”IKUT Pemilukada harus siap dana Rp 20 miliar.” Kata berita
+”Modal besar, hasilnya pun pasti harus lebih besar.”

PojokFulus

-”RIBUAN buruh di Kota Cimahi, Jabar, demo tolak kenaikan TDL (tarif dasar listrik).” Kata media di Bandung.
+”Wajar, sebab jadi buruh zaman kini yang cuma dikontrak, labanya ripuh melulu.”

PojokManca

-”PRESIDEN Polandia, Lech Kaczynski, dan istrinya tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat dekat Bandara Smolensk, Rusia Barat, Sabtu (10/4).”
+”Musibah bisa menimpa siapa saja.”

PojokEdu

-”LIMA tim dari Jawa Barat meraih medali dalam kompetisi ICYS (International Conference of Young Scientist)  ke-17. Dua di antaranya siswa SMAN 5 Bandung dan SMAN 1 Bogor.”
+”Gitu atuh, Jabar –khususnya Bandung– jangan cuma diramaikan oleh geng motor.”

PojokReligi

-”UNTUK  tahun 2010, pemondokan jemaah haji dekat Masjidilharam,” kata Menag Surydharma Ali.
+”Semoga lebih taqarrubbillah alias lebih dekat dengan Allah sehingga benar-benar menjadi haji mabrur.”

+ Eyang Kumis Sakti.***

Apr
16

Enggan Bercerai, Suami Bunuh Istri

TIDAK mau bercerai, Vic (37) nekat menghabisi nyawa istrinya, Fransisca Ami Warti (35) di rumahnya di Kampung Cikempong RT 04/RW 09 Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (5/3) sekitar pukul 06.25 WIB. Vic menikam dada istrinya dengan pisau dapur.
Beberapa saat setelah menghabisi istrinya, pria yang bekerja sebagai penagih utang itu ditangkap petugas kepolisian dibantu warga sekitar. Selain menangkap pelaku, polisi juga merampas pisau yang digunakan untuk membunuh sebagai barang bukti. Kini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Bogor.
Di hadapan petugas penyidik Polres Bogor, Vic mengatakan, ia nekat membunuh istrinya karena tidak terima akan diceraikan. Bahkan, pelaku juga melarang Ami datang ke persidangan kedua kasus perceraian yang dilayangkan istrinya tersebut.
“Saya masih suka dan cinta sama dia (Ami, red.) dan saya tidak mau bercerai,” ungkap Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Muhamad Santoso, S.I.K. menirukan ucapan Vic, ketika dihubungi  melalui telepon selulernya, Kamis (5/3) malam.
Dikatakan Kasatreskrim, motif pembunuhan diduga berlatar belakang cemburu. Pelaku menganggap tuntutan perceraian yang sedang dalam proses persidangan tersebut lantaran istrinya yang bekerja di sebuah perusahaan PJTKI (penyalur jasa tenaga kerja Indonesia) mempunyai pria idaman lain. (Galamedia, Jumat 6 Maret 2009)

Suami Tusuk Istri 26 Kali

IW alias Colay (27), warga Kp. Cipasir, Desa Jelegong, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Minggu (5/4) sekitar pukul 21.00 WIB menusuk istrinya, NK (24) dengan pisau sebanyak 26 kali. Setelah itu, pelaku berusaha melakukan aksi bunuh diri dengan menyayat leher dan menusuk perutnya sebanyak lima kali.
Kini kondisi kedua korban cukup kritis di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung. Sementara kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dalam pengawasan Polsek Rancaekek. Petugas kini belum menetapkan pelaku sebagai tersangka dalam aksi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (6/4), peristiwa penganiyaan itu terjadi saat Iw mendatangi  NK di rumahnya, Minggu malam. “Kata tetangga, Iw datang pukul 19.30 WIB. Tapi, baru masuk ke dalam rumah pukul 21.00 WIB kurang,” kata Ny. Rasi (67), ibu kandung korban  di lokasi kejadian.
Menurut Rasi, saat Iw masuk dan menemui istrinya, NK langsung menegur suaminya itu. “Ari maneh rek naon datang ka dieu (kamu mau apa datang ke sini)?” kata Rasi mengutip ucapan korban.
Ditanya seperti itu, Iw menjawab dirinya akan mengambil surat nikah. Pasalnya, selama dua bulan ia sempat meninggalkan istri dan kedua anaknya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, lanjut Rasi, ia mendengar suara pertengkaran antara Iw dan NK di dalam kamar.  “Bahkan, ibu sempat mendengar suara NK berteriak-teriak. Setelah dicoba dilihat ke kamar, pelaku sedang menusukkan pisau ke tubuh korban berulang-ulang,” katanya. (Galamedia, Selasa 7 April 2009)

Istri Babak Belur Dihajar Suami

KARENA menganiaya istri hingga babak belur, As (39), warga Kec. Tambun, dilaporkan istrinya, Ny. Ika Wahyu Martanti (32) ke Polsek Tambun. Pemukulan terjadi di rumah kontrakan As. Menurut keterangan, Selasa (7/4), Ny. Ika hendak mengambil anaknya yang dibawa kabur As yang tinggal bersama istri mudanya, Wulandari (19), tiga bulan lalu. As selama ini tinggal di rumah kontrakan di wilayah Tambun. “Empat dari lima anak kami dibawa As ke kontrakannya bersama istri baru ke Kec. Tambun. Saya berniat menjemput, tapi malah dipukuli,” tutur Ny. Ika ketika melapor ke Polsek Tambun Bekasi, Selasa (7/4). Sebelum melapor, Ny. Ika sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Karya Medika Tambun, karena menderita memar pada rahang kanan, kepala belakang sakit, dan mata kaki bengkak. (Galamedia, Kamis 9 April 2009)

Istri Hamil Dianiaya Suami

IS (27) asal Kampung Sukamulya RT 02/RW 05 Desa Ciseureuh, Kec./Kab. Purwakarta yang baru 5 bulan menikah di bawah tangan dengan gadis pujaannya, Lilis Ruswianti (23), warga Kampung Binawarga RT 10/RW 03 Desa Kalijati Timur, Kec. Kalijati, Subang, terpaksa ditahan di Mapolsek Kalijati karena dilaporkan telah menganiaya istrinya sendiri yang sedang hamil muda (empat bulan).
Tidak hanya itu, rencana perkawinan secara resmi di KUA Kalijati pun  batal. Selain keluarga korban tidak menerima perlakuan tersangka, Lilis pun masih mendapat perawatan karena mengalami luka memar. “Sehari setelah mendapat laporan, IS diciduk saat berada di Alun-alun Kalijati. Ini masuk dalam kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” kata Kapolres Subang, AKBP Drs. Sugiyono, S.H. melalui Kapolsek Kalijati, AKP Joni Wardi didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Hardoyo saat ditemui Selasa  (14/4) di Mapolsek Kalijati.
Disebutkannya, tersangka melakukan penganiayaan diduga akibat cemburu yang berlebihan saat keduanya berbelanja di Pasar Kalijati guna persiapan pernikahan resmi di KUA karena sebelumnya hanya melakukan pernikahan di bawah tangan alias nikah siri. Pada saat itu ada seorang pria yang menegur Lilis, “Belanja ya?”
Tentu saja Lilis menjawabnya, “Sumuhun”.
Ternyata begitu sampai di rumah, tersangka menyatakan rasa ketidaksenangannya dan langsung meninju dinding rumah yang membuat Lilis kaget serta bertanya-tanya. IS malah menjawab dengan tamparan ke pipi kiri dan kanan serta membenturkan korban ke dinding tembok hingga terjatuh. (Galamedia, Rabu 15 April 2009)

Istri Minta Cerai, Golok Bicara

DIDUGA emosional tidak kuat mendengar rengekan istrinya yang meminta  cerai, En (40), warga Kampung Kalmes, Desa Pananggapan, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, tega membacok istrinya, Lisnawati (38) hingga mengalami luka.
Akibatnya, korban menderita luka serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk wajahnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Rabu (20/5). Sedangkan En langsung kabur.
Keterangan yang dihimpun “GM”, Kamis (21/5) menyebutkan, aksi pembacokan yang dilakukan suami terhadap istrinya tersebut bermula saat keduanya tiba-tiba terlibat percekcokan sengit. En tidak terima dan tidak mau mengabulkan permintaan cerai istrinya. Diduga kalap lantaran istrinya menuntut cerai terus, En mengeluarkan sebilah golok dan langsung disabetkan kepada istrinya.
“Kejadianya begitu cepat, saat saya datang bermaksud untuk menengok cucu saya (anak dari korban, red), mereka tiba-tiba terlibat cekcok, saya sempat berupaya melerai,” tutur Anah (60), ibu Lisnawati sekaligus saksi, Kamis (20/5).
Menurut Anah, percekcokan anaknya dengan suaminya akibat permintaan anaknya untuk minta diceraikan karena selama empat tahun berumah tangga, tidak diberi nafkah. “Masalahnya sebenarnya sudah diadukan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Tapi, niat itu belum juga dikabulkan karena harus ada izin dari suaminya,”  kata perempuan yang akrab disapa Abu ini, seraya mengatakan, dirinya mengalami luka memar di pipi sebelah kiri akibat ditampar En saat berupaya melerai. (Galamedia, Jumat 22 Mei 2009). (Dihimpun oleh fendy sy. citrawarga).***

 

 

Apr
10

PojokEsek-esek

-” SEORANG paman berinisial Ar (30) warga Yogya, nekat memperkosa keponakannya sendiri, sebut saja Mekar (17). Aksi perkosaan terhadap siswa SMA itu, dilakukan saat orangtua korban tidak berada di rumah. Setelah berlangsung hampir dua tahun lamanya, ulah bejat Ar yang dilakukan berkali-kali itu akhirnya terbongkar. Aksi bejat itu terbongkar saat keluarga korban curiga dengan sebuah pesan singkat  (SMS) yang dikirim pelaku kepada korban. Orangtua korban, Ny. S.,  mengatakan, aksi perkosaan pertama kali dilakukan 10 Agustus 2008, saat rumah dalam keadaan sepi.” Tulis SKH “Kedaulatan Rakyat”, Jumat (19/3/’10)
+”Begitulah aksi esek-esek setan, tak ada keponakan tak ada suan,  siapa pun dimakan.”

-”MALANG benar nasib SY (15), siswi kelas 2 sebuah SMP di Kab. Indramayu. Ia digarap tujuh pemuda, yakni Jon (17) dan Sud (18) yang masih tetangga korban. Sedangkan lima pelaku lainnya, yakni Nov (18), Sar (19), Ind (19), dan An (19). Aksi bejat itu dilakukan di sebuah rumah milik pelaku di Desa/Kec. Arahan, Kab. Indramayu, Selasa (16/3) malam. Sebelum melakukan aksi bejatnya, ketujuh pelaku mencekoki korban dengan miras (minuman keras). “Lapor HU “Galamedia”, Kamis (25/3/’10).
+”Begitulah aksi pejantan pengangguran, esek-esek pun keroyokan.” 

- “BULAN (9) bukan anama sebenarnya, harus menahan perih di selangkangan ketika buang air kecil.  Melihat hal itu ibunya curiga. Setelah ditanya dengan sabar, siswi kelas III SD Penduduk Desa Cikareo Selatan, Kec. Wado, Kab. Sumedang, itu akhirnya mengaku bahwa dia telah  digagahi uwaknya, Ruh (40) yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Perilaku bejat sang uwak itu dilakukan pada hari Minggu seklitar pukul 15.00 di salah satu bangunan sekitar sekolah korban. Saat itu korban sedang bermain sendirian. Mulanya korban diajak main menjauh dari rumah. Di tempat sepi, di sebuah bangunan, tiba-tiba korban dipegang-pegang dan kemudian diperkosa.  Korban yang masih ingusan tentu tidak bisa melawan. Apalagi, diancam akan dibunuh.” Tulis HU “Kabar Priangan”, Jumat  (26/3’10).
+”Begitulah uwak keji, anak sendiri pun dicicipi.”

PojokSeleb

-”JULIA Perez, sudah bulat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pacitan meski banyak yang protes.” Kata berita.
+”Bulat duren ya Jeng, banyak durinya.”

-”AHMAD Albar yang akrab dipanggil Iyek diberi peran gay dalam film D Love.”
+”Wah jangankan berperan sebagai gay, bagi Jenderal Kancil mah berperan sebagai Gayus pun jika skandal pajak mau difilmkan  pasti oke.”

PojokMaut

-”DIDUGA  overdosis setelah mengonsumsi 100 butir pil koplo, Adi Rohmat Hidayat (13) pelajar kelas II SMP di Kota Cirebon tewas dengan kondisi tubuh lemas, Minggu (4/4).” Tulis HU “Kabar Cirebon”, Senin (5/4/’10).
+”Kasihan, padahal di akhirat sana tak ada pil koplo.”

PojokCrime/Law

-”PURA-pura mengejar dua penjambret, Ms (30) warga Gowongan Jetis Yogya melakukan aksi nekat. Oknum satpam tersebut diam-diam mencuri HP Nokia 1200, milik PH alias Uthur (25) warga Magelang Jateng, salah satu penjambret yang ditangkap petugas Polsek Jetis bersama warga.” Lapor SKH “Kedaulatan Rakyat”, Senin (29/3/’10).
+”Ini namanya maling nyolong maling.”

-”TERJARING razia yang digelar Satpol PP Kota Bandung, PNS (pegawai negeri sipil) shopping saat jam kerja.” Lapor HU “Galamedia”, Rabu (7/4/’10).
+”Siapa bilang shoping? Studi banding tahuk? Maksudnya, membanding-banding enak mana bekerja serius melayani rakyat dengan  jalan-jalan cuci mata.”

PojokKDRT

-”BEREBUT anak, Nandang (30) penduduk Malangbong Garut menganiaya mantan istrinya Enur (20) sehingga harus meringkuk  di Polsek setempat.” Lapor “Kabar Priangan”, Senin (5/4/’10).
+”Apa kata anaknya? Daripada berebut mah, bikin lagi ajah!”

PojokSOSial

-”MENGAKU tidak mempunyai cukup uang untuk membeli susu anaknya, BK (25), seorang ‘office boy’  warga Yogya, Senin (29/3) nekat mencuri.” Lapor SKH “Kedaulatan Rakyat”, Selasa (30/3/10).
+”Banyak jalan menuju Roma, tak berlaku bagi BK.”

PojokSport

-”PEMAIN Persisam asal Korsel dikeroyok pemain dan ofisial Persiwa.”
+”Betul ‘kan, baru sepak bogem  bukan sepak bola?”

PojokPolicik, ehPolitik

-”PARTAI kami jauh lebih besar dari urusan kursi di parlemen, sejumlah menteri, ataupun Istana Merdeka.” Kata Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri  dalam orasi politiknya.
+”Untuk duduk banteng gemuk-gemuk, butuh kursi spesial ya Bu?”

PojokFulus

-”BURSA tenaga kerja dipadati ribuan orang,” kata berita.
+”Pasti mereka tak sekadar berharap ribuan rupiah.”

PojokEdu & Sendaya

-”GARA-gara berebut pacar, dua orang pelajar sebuah SMK negeri di Kota Cirebon baku hantam, Senin (5/4), sementara di Majalaya, Kab. Bandung seorang pelajar tewas usai tawuran gara-gara saling ejek.”
+”Saatnya  mata pelajaran berantem masuk kurikulum dan di-UN-kan kalau pendidikan budi pekerti tetap tak dihiraukan.”

PojokReligi

-”RUTAN (Rumah Tahanan) Kelas I Cirebon menggulirkan pesantren kilat agar para narapidana bebas buta Alquran.” Tulis HU “Kabar Cirebon” , Selasa (6/3/’10).
+”Cara cerdas guna meraih titian husnulkhatimah.”

+ Eyang Kumis Sakti.***

Apr
08

KETIKA RANUM DIPISTOL  OOM JATEM

BAGI sebagian orang,  pensiun adalah momok menakutkan. Betapa tidak, ketika masih aktif bekerja dengan kedudukan dan jabatan, orang boleh menjadi raja. Oleh bawahan dihormati, oleh atasan diperhatikan, dan oleh keluarga amat diandalkan karena menjadi tulang punggung penghasilan. Akan tetapi, ketika tiba saatnya pensiun, semuanya berubah drastis. Orang yang tak mampu menerima kenyataan malah didera stres berat.
Terkadang terbayang masa-masa indah saat masih berdinas entah itu sebagai PNS maupun swasta apalagi sebagai pejabat negara. Tak terkecuali bagi purnawirawan. Ketika masih berdinas, saat gagah-gagahnya menenteng senjata, berseragam dinas, sungguh mengasyikkan. Siapa berani menghadapi aparat militer yang  selain ber-uniform mentereng plus wibawa dan pangkat serta senjata? Semua pada takut. Ingat zaman Orde Baru, seragam hijau sungguh menakutkan. Akan tetapi, setelah pensiun, bukan hanya senjata yang dilucuti, dikembalikan kepada rakyat sehingga tidak bisa main tembak dan gagah-gahan karena memang sudah saatnya undur makalangan, saatnya dijabat prajurit lain.
Lain halnya dengan purnawirawan yang satu ini. Kita sebut saja oknum purnawirawan TNI ini Oom Jatem (jago tembak). Usianya sudah sariak layung alias sudah tua bangka, tetapi semangat menembaknya ternyata masih prajurit  muda banget. Tampaknya ia begitu terkenang saat berdinas sebagai  prajurit TNI yang dipersenjatai.  Sayangnya, kini dia sudah tak bersenjata lengkap sebagaimana saat berdinas sehingga sasaran tembaknya pun dialihkan disesuaikan dengan senjata yang dimilikinya yaitu senjata berlaras pendek, tak lebih dari sejengkal, bahkan kalau lagi kedinginan mah murungkut kayak kapuk kehujanan.
Si Oom Jatem   ternyata kesengsem sasaran tembak anak bau kencur yang benar-benar masih lunak. Entah setan mana yang memberi Jatem ilham untuk menembak sasaran balita yang masih berusia 4 tahun ini. Nekatnya, si balita, sebut saja Ranum , justru masih tetangga Oom Jatem.
Tampaknya si Oom kagak mau repot-repot cari sasaran tembak ke tempat jauh. Boleh jadi faktor biaya atau apalah. Tampaknya pula, beliau berkilah, “Kalau ada yang dekat, mengapa harus susah payah cari yang jauh.”
Maka, si Oom Jatem yang penduduk Jalan Kenari Jaten Karanganyar ini mulai ngeceng Ranum untuk ditembak. Tentu saja ia tak gegabah. Dengan trik kadalnya, ia mengajak Ranum main-main, layaknya kakek mengajak jalan-jalan kepada sang cucu atau buyut. Ranum, tentu saja mau. Wong tetangga dan Jatem emang Mbah yang baik hati. Selain suka ngajak bermain, juga suka ngasih permen. Termasuk ketika tangan kekar Jatem cubit sana cubit sini, cowel sana cowel sini, elus atas elus bawah, bahkan sun pipi kiri sun pipi kanan, Ranum cuek saja, tak ada sursar-serser. Wong balita baru 4 tahun, mana mungkin ada emosi esek-esek. Yang dia rasakan, semua yang dilakukan Jatem hanyalah ungkapan belai kasih sayang seorang kakek pada bocah anak tetangga.
Termasuk ketika Oom Jatem menodongkan ‘pistol’ lalu ditembakkan ke bagian vital Ranum, bocah manis itu diam saja. Ia tak tahu, apa namanya aksi yang dilakukan Jatem yang tak pernah dilakukan oleh ayahnya meski sang ayah pun punya ‘pistol’ sebagaimana yang dimiliki Jatem. Sementara Jatem, sukses menembak Ranum tanpa ada gangguan yang berarti karena memang dilakukan di rumahnya sendiri.
Tak lama kemudian, ibu Ranum terkaget-kaget ketika Ranum kerap mengeluhkan rasa sakit pada alat kelaminnya. Curiga atas apa yang terjadi pada anaknya, saat itu juga Ranum dibawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Rasa kaget ibu ini kian menjadi-jadi ketika hasil pemeriksaan diketahui bahwa kelamin Ranum sudah robek kena tembak. Bagai disambar petir ia mendengarnya. Siapa yang usil melukai anakku? Pekik sang ibu. Usut-punya usut, Ranum menuturkan bahwa sebenarnya ia telah ditembak Oom Jatem, tetangganya itu. Ibu Ranum nyaris pingsan mendengarnya. Atas pengakuan Ranum, akhirnya Jatem dilaporkan ke Polres Karanganyar. Dalam  pemeriksaan, Jatem mengakui memang ia telah menembak Ranum sebanyak dua kali di rumahnya pada siang hari saat Ranum bermain di rumahnya. Tentu saja Jatem harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di muka hukum. (Direka ulang oleh Kang Fendy Sy. Citrawarga dari berita SKH “Kedaulatan Rakyat” edisi Rabu, 4 November 2009).***

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.