Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

Bom lagi, Lagi-lagi Bom

TEROR bom kembali mengguncang ibu kota.  Kali ini meledak  di  Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton  kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan,  Jumat (17/7) pagi  pukul 07.45  WIB. Puluhan korban, baik yang tewas maupun  luka tak terhindarkan. Bom lagi, lagi-lagi bom kembali meledak bukan di medan perang, tetapi di arena  terbuka tempat orang mencari nafkah dengan korban warga sipil yang tak berdosa. “Keterlaluan!”   demikian komentar warga setelah peristiwa mengerikan itu ditayangkan  di layar kaca.
Ya, yang namanya ledakan bom  apalagi bom penjemput maut bukanlah sekadar ledakan kentut. Sedahsyat-dahsyatnya ledakan kentut (maaf nih), takkan sampai menghilangkan nyawa orang. Bahkan ledakan kentut itu bisa merupakan nikmat bagi peledaknya meski menimbulkan peledek (bau) bagi yang menghirupnya. Akan tetapi, ledakan bom sampai menimbulkan korban jiwa, jelas merupakan laknat.

Ledakan bom, baik kecil apalagi besar, tetap saja mengerikan.
Presiden Republik Indonesia, Soesilo Babang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa aksi teror bom itu perbuatan tak berperikemanusian, drakula penyebar maut sekaligus perbuatan terkutuk. Lalu Pak Presiden bilang  ledakan bom itu justru terjadi saat KPU masih sibuk menghitung hasil  Pilpres. Statemen SBY ini ada indikasi bahwa ledakan bom ada kaitannya dengan pilpres.  Bahkan presiden pun memperlihatkan foto dirinya yang konon menjadi sasaran maut orang-orang yang akan melawan hukum. Namun, buru-buru dibantah oleh Jusuf Kalla bahwa bom Mega  Kuningan tak ada kaitannya dengan pilpres.
Stop dahulu soal politik Pak! Ada kaitan atau tidak dengan pilpres, yang pasti pelaku pengeboman adalah teroris. Bicara  teroris, bicara  jelema (manusia) dan bukan jurig kuris (setan air).  Asal tahu saja, sejahat-jahatnya jurig  belum teridentifikasi melakukan teror model teroris  entah di negerinya sendiri maupun di negara manusia  karena memang  jurig itu cuma takhayul.
Akan tetapi, teroris alias oknum jelema sudah berulang-ulang melakukan hal serupa dengan dalih untuk kedamaian dunia.  Kedamaian macam mana pula kau ini hai teroris? Apa yang kau inginkan? Apa yang kau cari dengan meneror? Okay lah, you mungkin benci, muak, sebel, terhadap orang-orang yang you anggap teroris juga, misalnya  Amrik and sekutu-sekutunya. Lalu mengapa kau ledakkan bom di Indonesia? Di negara yang  sarat oknum korup sehingga rakyatnya sengsara seumur-umur. You tahu, dengan ulah terormu, rakyat tambah sengsara. Kalau you jantan, mengapa tidak datang langsung ke Amrik dan ledakkan bom di hadapan orang yang kau anggap musuh.
Kalau you hanya ingin disebut sebagai orang berani mati via ledakan bom,  ya ledakkan saja tubuhmu di tempat terbuka, laut misalnya. Bila perlu mintalah  ditonton asal gratis saja. Jangan ini mah di tempat orang banyak yang  belum tentu termasuk orang yang kau anggap sebagai musuh.
Kalau itu belum cukup and you ingin mendapat julukan sebagai pahlawan, silakan ledakan tubuhmu di hadapan  para koruptor,  pasti you dapat dukungan. Asal yang matinya benar-benar koruptor yang selama ini telah menyengsarakan rakyat negeri subur makmur ini. Atau,  ledakkan bom di hadapan babi-babi penyebar flu babi yang kini sedang booming juga. So pasti you dapat puji sanjung.
Yang kau lakukan di Mega Kuningan, sungguh perbuatan terkutuk, tuk,tuk…tuk!
Merdeka!***

Belum Ada Tanggapan to “Bom lagi, Lagi-lagi Bom”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: