Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

CABUL 7

Pemerkosa Ditembak Polisi

TASIKMALAYA, (GM).- Dd  (29) ditembak polisi, Senin (30/3) dini hari karena mencoba kabur setelah berusaha memerkosa seorang mahasiswi di dalam angkutan kota (angkot) 010 di daerah Tamansari, Gobras, Kota Tasikmalaya.
Kapolres Kota Tasikmalaya, AKBP Aries Syarif Hidayat, didampingi Kabag Ops, Kompol H. Yono Kusyono dan Kapolsekta Tamansari, AKP Indra Budi, menjelaskan Dd terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat ditangkap.
Menurutnya, pemuda asal Desa Palahan Setiamulya, Tasikmalaya, merupakan salah satu dari tiga tersangka yang berusaha memerkosa mahasiswi di dalam angkot.
“Peristiwanya terjadi Rabu (11/3). Salah seorang tertangkap basah oleh warga dan petugas, sedangkan Dd (29) tertangkap di tempat persembunyian di daerah Cikupa, Tangerang,” jelas Aries.
Menurutnya tersangka pertama adalah Ri, oknum sopir yang saat itu mengemudikan angkot 010 yang digunakan para tersangka untuk beraksi. Sedangkan seorang lagi, Eg, hingga kini masih buron.
Dikatakannya, selama 20 hari Polres Kota Tasikmalaya bekerja keras memburu dua tersangka sampai ke Jakarta. Namun, berkat informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa tersangka mempunyai ayah tiri di daerah Cikupa Tangerang, polisi berhasil mengendus dan menangkapnya.(Edisi Selasa 31 Maret 2009)

Dua di Antaranya Ayah dan Anak
Polisi Ciduk  7 Pemerkosa

SUKAJADI, (GM).- Tujuh pelaku pemerkosaan seorang gadis berinisial MA (21), warga Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung,  kini meringkuk di ruang tahanan Mapolresta Bandung Barat. Ketujuh pelaku diringkus di tempat dan  waktu berbeda.
Para pelaku adalah SE (21) dan YA (19), ditangkap di kawasan Banjaran, Selasa (24/3); KI (25), diciduk petugas di tempat yang sama, Senin (30/3). Lalu AK (47), WR (36), dan ER (24), diamankan saat berada di kawasan Gempolsari, Rabu (1/4). Tiga hari kemudian, polisi berhasil menangkap JA (35), Sabtu (4/4), juga di Gempolsari. Dua dari tujuh tersangka, yaitu YA dan WR, adalah ayah dan anak. Sementara seorang pelaku lainnya, JA adalah seorang ustaz.
Dalam waktu kurang dari 14 jam, korban diperkosa secara bergilir tanpa henti. Bahkan, tangisan korban yang kesakitan, tidak menghentikan aksi ketujuh pelaku untuk terus memaksa korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun “GM”, peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3) malam. Mulanya KI melihat korban sedang berjalan sendirian memegang handphone (HP). Tanpa pikir panjang, KI langsung mendekati korban dan mengajak berkenalan. Setelah melihat HP korban, KI langsung merampasnya dan mengajak korban ikut ke tempat kosnya kalau HP-nya ingin dikembalikan. Karena ingin HP-nya kembali, akhirnya MA menyetujui ajakan KI. (Edisi Senin 6 April 2009)

Cabuli Anak Tiri Hingga Melahirkan

SUBANG, (GM).- UP (47), warga Kp. Rawawelut, Desa Kalijati Barat, Kec. Kalijati, Subang, yang sempat melarikan diri ke Yogyakarta setelah diketahui melakukan pencabulan terhadap anak tirinya hingga melahirkan, Sabtu (4/4), akhirnya dapat diamankan polisi. Ia kini meringkuk dalam tahanan Mapolsek Kalijati.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun “GM”, Minggu (5/4), UP yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung, berulang kali melakukan pencabulan terhadap anaknya yang duduk di bangku kelas I SMA, hingga melahirkan anak laki-laki.
Kasus pencabulan ini akhirnya diketahui istri tersangka, Iyah (40), yang mencurigai kehamilan anaknya. Setelah ditanya, korban mengungkapkan bahwa ia hamil akibat perbuatan UP. Pasangan UP dengan Iyah sudah dikaruniai 3 anak.
Terbongkarnya kasus ini buntut dari perselisihan UP dengan istrinya. UP lalu melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian ini merasa kesal terhadap tersangka. Saat UP menghilang lebih dari sebulan, korban SAR (17) melahirkan.(Senin, 6 April 2009)

Siswi SMA dan SMK Korban Pencabulan

 CIAMIS, (GM).-Dua anak baru bege (ABG) kembali menjadi korban pencabulan, satu di antaranya sebelum dicabuli dicekoki minuman keras (miras). Kedua kasus ini  terjadi di dua tempat berbeda di wilayah hukum Polres  Ciamis dan Polres Indramayu.
Kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Ciamis menimpa SR (16), yang diduga diculik dan dicabuli Ir (22), penduduk Kp. Sirnasari RT 05/RW 04 Desa Kaputihan, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmlaya. Pada Senin (6/4) sekitar pukul 18.00 WIB, Ir ditangkap aparat kepolisian.
Beberapa saat setelah ditangkap, Ir mencoba menggertak petugas dengan mengatakan ayahnya seorang caleg dari sebuah partai besar dan mempunyai pasantren cukup besar. Namun polisi tidak mengindahkannya, Ir tetap digelandang ke Mapolresta Ciamis.
Ir ditangkap  setelah dihadang di jembatan Cirahong. Sebelumnya petugas dari Ciamis mencarinya ke Kec. Jatiwaras, Tasikmalaya. Ternyata Ir baru saja meninggalkan Jatiwaras dengan membawa SR, siswi sebuah SMK di Ciamis. Petugas pun balik lagi dan melakukan penghadangan di jembatan Carahong hingga akhirnya tersangka pun ditangkap.(Edisi Rabu 8 April 2009)

Dukun Cabul Hamili Anak Tiri

PACET, (GM).- Ddg (35), seorang dukun cabul nekat menghamili anak tirinya, NCR (16) yang duduk di bangku kelas I sebuah SMU swasta di Kp./Desa Maruyung, Kec. Pacet, Kab. Bandung. Akibat perbuatannya, korban yang tinggal satu rumah dengan tersangka melahirkan bayi kembar perempuan, satu di antaranya meninggal.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka yang tidak memiliki pekerjaan ini, kini meringkuk di dalam tahanan Mapolsek Pacet. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (5/4), setelah Sabtu (4/4) sekitar pukul 10.00 WIB, diringkus petugas di sebuah tempat di Kp. Maruyung.
Terkait kasus tersebut, polisi telah memintai keterangan dari saksi Noneng (32), istri tersangka sekaligus ibu kandung korban. Selain itu, saksi lainnya, M. Rahmat, warga setempat dan korban, NCR.
Kapolsek Pacet, AKP Nino didampingi Kanitreskrim, Bripka Karya mewakili Kapolres Bandung, AKBP Drs. Imran Yunus, M.H. ketika dikonfirmasi “GM”, Rabu (8/4), membenarkan adanya kasus pencabulan tersebut.
Menurut Imran, kasus pencabulan itu terungkap, setelah petugas menerima laporan dan informasi dari warga setempat pada Jumat (3/4). Sebelumnya, korban sempat melahirkan bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kamis (2/4). (Edisi Kamis, 9 April 2009)
 

2 Tanggapan to “CABUL 7”

  1. pa polisi bunuh aja orang kaya gtu mah,,???g pantas untuk hidup,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: