Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

Esek-esek Binal (1)

Mengharap Belah Duren
Dapet Pisang Klutuk

SEBENARNYA kedatangan Ontohod –sebut saja begitu– pria berusia 44 tahun  ke sebuah kampung di Garut, Jawa Barat, ini semata-mata untuk bersilaturahmi lebaran kepada mertuanya. Emang silaturahmi mohon maaf lajimnya Lebaran dilakukannya dengan khusuk.
Sehabis silaturahmi ke sana ke mari, Ontohod melepas lelah di sebuah dangau dengan udara sejuk plus  embusan angin sepoi-sepoi kuyup. Suasana yang tak didapatkannya di Bandung yang sudah pengap.
Sembari lalangkarakan, Ontohod berimajinasi seraya bergumam, “Apa  yang pantas dilakuin di dangau yang romantis ini?”  Eh, dasar Ontohod punya naluri esek-esek ngeres bin jorok bin binal bin nakal, yang terbayang di benaknya adalah belah duren.
“Wooow, betapa nikmatnya nyantap buah duren di dangau seromantis ini,” bisik Ontohod. Lantas terbayanglah  selebritis molek end seksi seperti yang suka dilihatnya di video porno. Nakalnya, tubuh istrinya yang juga seksi dan cantik mah tidak dibayang-bayang. Boleh jadi Ontohod berkilah, “Untuk apa ngebayang-bayang bini, itu mah tak dibayang-bayang juga mampir sendiri.”  Ya, esek-esek binal emang suka  melihat rumput tetangga selalu paling hijau daripada rumput yang di rumah. Tampaknya, Ontohod  teu wareg-wareg membelah duren resmi punya istrinya. Ia mengharap duren-duren lain yang lebih legit.
Eh, bagai ketiban durian runtuh, tiba-tiba ke dangau itu muncul tiga sosok ranum, ABG. Sayang, ABG siswa SMP itu bukannya membawa duren, tetapi pisang klutuk. Dasar otak Ontohod udah berpikiran jorok, kebelet esek-esek binal, benaknya bergumam nakal, “Tak ada duren, pisang klutuk juga okay!”. Maka,  siasat pun dirancang.
Kebetulan dua orang ABG  jalu itu pergi lagi keluar dangau untuk melanjutkan main layang-layang.  Sedangkan Si Ujang ditahan oleh Ontohod. Ujang tak curiga ada berahi ngamuk di balik senyum Ontohod. Benar juga, tak lama kemudian Si Ujang yang tampangnya kasep ini didekati Ontohod sambil ngaharewos, “Pengen uang kagak?” Ditawari duit,  mata Si  Ujang ijo. “Kalau mau,  pijitin  Akang dong!”  Bujuk Ontohod dengan suara desah-desah bayawak kasmaran.  Ujang pun lalu memijit pria yang baru dikenalnya yang belakangan diketahui sebagai penjual mainan anak-anak itu. Ujang  terkaget-kaget ketika  memijit, malah disuruh berhenti dan giliran dia yang dipijit Ontohod. Ujang bukan lagi kaget, tetapi mendadak meriang panas tiris dan ketakutan ketika disuruh membuka baju dan celananya. Yang dipijit bukan tubuh Ujang semisal kaki atau tangan, tetapi justru pisang klutuknya dioprek-oprek Ontohod sedemikian rupa. Usai ngoprek pisang Ujang, Ontohod lantas ngebor bagian dapur Ujang sedalam-dalamnya.  Usai ngoprek pisang dan ngebor, Ontohod tampak puas pisan. Uang lima ribu perak pun ia pahugikan sama  Si Ujang.
Pikir Ontohod, ulahnya takkan berbuntut panjang. Kenyataannya, beberapa hari kemudian, Ontohod ditangkap warga dengan tuduhan telah berbuat cabul alias melampiaskan esek-ersek binal terhadap bocah di bawah umur.
Semula, Ontohod menyangkal. Akan tetapi, setelah diperlihatkan bengkak di bagian dapur Ujang, Ontohod baru mengaku. Tak ayal, warga  pun murka dan serentak mereka akan memermak wajah Ontohod. Sebab, andai dibiarkan, pasti akan lalagiheun dan akan banyak anak-anak yang menjadi korban esek-esek binalnya. Mujur, ulah warga itu diketahui seorang anggota polisi yang berhasil menenangkan warga agar tidak bertindak anarkistis. Meski begitu, Ontohod tidak kebal hukum. Dia pun lantas dibawa ke kantor polisi untuk dimintai tanggung jawab atas perilaku bejatnya. Dia dijerat UU RI No. 23/2002 pasal 292 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun penjara. (Direka ulang oleh Kang Fendy Sy. C./sumber  HU “Galamedia”  Bandung, Rabu,  7 Oktober 2009).

Belum Ada Tanggapan to “Esek-esek Binal (1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: