Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

RELIGI: Qurban untuk Tingkatkan Ketakwaan

Oleh Fendy  Sy. Citrawarga

 HARI Raya Iduladha, 10 Zulhijjah 1430 Hijriah, bertepatan dengan  hari Jumat (27 November 2009).
  Setiap muslim tentu akan menyambut hari raya itu dengan suka cita, terutama para ikhwatu iman yang tengah beribadah haji di Tanah Suci Makah.
 Salah satu ibadah yang terkait dengan Iduladha, adalah qurban sehingga Iduladha pun kerap disebut Hari Raya Qurban  atau Idulqurban yakni  menyembelih hewan ternak yang telah ditetapkan syara, semisal domba, sapi, dan unta.
 Qurban termasuk sunat muaqad, yakni ibadah yang sangat ditekankan dan mendekati wajib bagi yang mampu. Saking pentingnya qurban, Rasulullah saw. mengingatkan, “Barangsiapa yang telah mampu berqurban, tetapi tidak melaksanakannya, jangan dekat-dekat ke tempat salatku!”  Begitu sabda beliau dalam hadis.
 Meski sangat ditekankan, tidak berarti  hewan qurban yang kita sembelih asal-asalan hanya untuk memenuhi perintah. Akan tetapi, harus hewan yang sehat, tidak cacat, dan gemuk. Ini sebagai isyarat agar kita mengeluarkan harta untuk disedekahkan dengan  barang yang paling kita cintai.
 Qurban dengan sesuatu yang paling dicintai telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a.s. saat diuji oleh Allah agar menyembelih putranya sendiri, Ismail. Meski sangat sayang, ketika diperintah Allah agar disembelih, Nabi Ibrahim mengikhlaskan putranya. Buah dari keikhlasan itu, Allah mengganti Ismail dengan domba yang kemudian disyariatkan sebagai perintah qurban hingga umat Nabi Muhammad saw.  Alhasil,  sekarang kita tidak disuruh berqurban dengan menyembelih anak, tetapi cukup dengan hewan ternak.
 Berqurban dengan barang yang kita cintai merupakan syarat agar qurban kita diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, ketentuan-ketentuan ibadah qurban harus diperhatikan.
 Sungguh banyak hikmah yang dapat dipetik dari qurban. Selain sesuai dengan makna qurban yakni pendekatan diri terhadap Allah, juga  untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dalam kehidupan sehari-hari.
 Dengan berqurban akan kian terjalin ikatan sosial antara si kaya dan si miskin, antartetangga, dst. Meski yang diberikan hanya beberapa kerat daging, bagi si miskin itu cukup berharga. Bukan semata-mata merasakan betapa gurihnya daging kambing yang bagi mereka boleh jadi jarang memakannya, tetapi juga betapa bahagianya hati mereka ketika mendapatkan perhatian dari orang-orang berpunya. Tumbuhlah rasa kasih sayang. Jauh dari sifat iri dengki, hasud, yang biasanya muncul jika di suatu masyarakat terdapat kesenjangan sosial.
 Qurban pun menggugah kita untuk lebih melihat betapa Maha Kuasanya Allah SWT yang tampak dari ciptaanNya. Coba perhatikan ketika hewan qurban disembelih, mereka tak berontak, tetapi begitu pasrah padahal urat nadi mereka dipotong oleh benda tajam yang tentu saja sangat menyakitkan. Seolah mereka berbicara bahwa kami rela disakiti manusia semata-mata demi bakti kami kepada Allah dengan ikhlas.
 Kekuasaan Allah lainnya dapat kita lihat bahwa meski yang dimamah hewan-hewan qurban itu sama yakni rumput di satu ladang, tetapi rasa daging mereka  berbeda-beda. Daging domba tidak sama dengan daging sapi, kerbau, bahkan dengan daging kambing sekalipun. Seolah-olah ini menjadi simbol  bahwa  meski terjadi perbedaan  di antara manusia, mereka sama-sama meraih rezeki dari Allah sehingga perbedaan-perbedaan itu jangan diperuncing dengan saling caci, saling hina, dan saling bermusuhan, tetapi harus diterima dengan lapang dada.
 Karena, sesungguhnya  yang paling mulia di antara manusia di hadapan Allah SWT adalah yang paling bertakwa. “Inna akromakum ‘indalloohi atqakum”. Barang siapa yang berqurban dengan penuh keikhlasan, semata-mata mengharap rida Allah, mengesampingkan asa berupa puji sanjung dari manusia, itu adalah ciri dari ketakwaan. Itulah yang akan sampai kepada Allah, bukan dagingnya karena memang daging hewan qurban dibagikan kepada fakir miskin untuk disantap.  
 Semoga ibadah qurban kali ini menambah spirit kita untuk menggapai hidup lebih bermakna dalam nauangan keridaan Allah SWT. Amin.***

Belum Ada Tanggapan to “RELIGI: Qurban untuk Tingkatkan Ketakwaan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: