Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

RELIGI: Obat Mujarab Atasi HIV/AIDS

Oleh Fendy Sy. Citrawarga

DALAM memperingati Hari AIDS sedunia, media-media melaporkan bahwa HIVS/AIDS di Indonesia terus bertambah, termasuk di wilayah Jawa Barat. HU “PR” (Rabu 2 Desember 2009) misalnya menulis berita dengan judul “Pelanggan PSK 10 Juta Orang”. Di bawahnya ada subjudul, ancaman serius terjadi generasi yang hilang akibat HIV-AIDS.
Dalam isi berita yang mengutip pernyataan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan,  disebutkan bahwa selain para korban HIV/AIDS itu adalah usia 20 – 29 tahun, juga jumlah kasus AIDS sejak 1998 hingga September 2009 mencapai 4. 929 kasus, terdiri atas 2.999 kasus AIDS dan 1.930 HIV positif. Bukan hanya orang dewasa yang jadi korban AIDS, para balita nan suci pun terkena. Di Jabar, menurut laporan itu,  sebanyak 82 balita mengalami HIV/AIDS. .
Membicarakan HIV/AIDS adalah berbicara perilaku buruk manusia yang dalam bahasa Islam disebut zina. Nafsu seks melanggar hukum syara itu belakangan ini memang begitu marak seiring dengan budaya permisif di belahan bumi yang kian intens, tak terkecuali di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia sekalipun.
Seks, sejatinya bagian dari nikmat  badani yang diberikan Allah SWT kepada manusia bahkan makhluk hidup lainnya. Salah satu fungsinya adalah untuk mengembangbiakkan keturunan sehingga eksistensi makhluk itu berkembang biak. Sampai di sini, sejatinya seks itu suci, bahkan sakral. Betapa tidak, dalam koridor hukum Islam pelampiasan nafsu seksual hanya boleh dilakukan jika kedua pasangan telah melangsungkan pertikahan. Jika hubungan biologis dilakukan tanpa ikatan pertikahan sebagaimana ketentuan syara, itulah zina yang merupakan dosa beasar.
Seks dengan begitu sangat penting. Secara ekstrim boleh kita katakan jumlah manusia yang kini sudah miliaran itu takkan berkembang biak jika hubungan biologis tidak dilakukan dan itu sudah menjadi sunatullah yang tak bisa diubah-ubah lagi. Bolehlah teknologi telah mampu membuat bayi tabung, kloning, tetapi takkan mengalahkan kekuasaan Allah SWT. Bayangkan, ada ibu yang merengek-rengek ingin memiliki anak dan telah berikhtiar sedemikian rupa, tetapi Dia tak memberinya juga. Anehnya, ada yang tak mengharapkan anak karena melakukan  “dukhul”  di luar hukum agama alias berzina, eh malah dikaruniai bayi sehingga kerap ditemukan bayi telantar di selokan, got, WC, dan tempat-tempat lainnya baik yang masih bernafas maupun  tinggal jasad bekunya.
Sayang, dengan nafsunya manusia banyak yang menyalahgunakan kenikmatan itu sebatas menggapai kepuasan jasadiah. Sudah punya bini resmi, “jamilah” lagi, eh masih jelalatan mencari selingkuhan. Maka, muncullah sebutan pria hidung belang –yakni mereka yang tidak mampu menundukkan pandangannya dari syahwat seksualitas–. Di lain pihak, “hobi” pria cunihin ini dimanfaatkan pula oleh wanita-wanita untuk meraup keuntungan materi dengan menjual diri. Maka, muncullah wanita-wanita pezina dengan aneka sebutan, mulai bondon, pelacur, hingga PSK (pekerja seks komersial) yang kian marak. Dibasmi di sini, muncul di sana. Yang memprihatinkan, justru seks bebas telah merebak di kalangan pelajar. Sebuah laporan media menyebutkan, di Sukabumi para pelajar wanita nyambi menjual diri.
 Berzina atau seks bebas bagaimanapun merupakan perilaku menyimpang yang akan menimbulkan dampak negatif. Jika dilakukan di kalangan suami-istri, tentu dapat merusak mahligai rumah tangga termasuk anak-anaknya. Untuk individu,  baik seks bebas melalui prostitusi maupun penyimpangan lain seperti homo, lesbi, ditambah penyalahgunaan obat-obatan terlarang, narkoba, menimbulkan penyakit  yang ngetop sejak tahun 80-an yaitu HIV/AIDS yang hingga kini belum ditemukan obat penyembuhnya. Korban HIV/AIDS, seperti dikemukakan dfi atas terus berjatuhan. Mengapa semua ini terjadi?  Tak lain  karena manusia hanya pandai memperingati hari ini hari itu, merayakan peristiwa ini peristiwa itu, sedangkan pokok masalah yang menimbulkan dampak negatifnya tidak diperhatikan. Pepatah mengatakan, kalau mau membunuh ular jangan dari ekornya, tetapi kepalanya.
Sesungguhnya, obat mujarab mengatasi HIV/AIDS adalah menghindari penyebabnya.Tak sulit menemukan penyebabnya. Pangkalnya adalah meliarkan hawa nafsu tanpa kendali religi atau mengabaikan peringatan Allah  SWT. Bukankah dengan tegas Allah  mewanti-wanti agar kita tidak mendekati zina. “Laa taqraabuz zina, janganlah mendekati zina.” Ya, Allah hanya melarang jangan mendekati. Mendekati saja, tidak langsung melarang berzina walaupun intinya terhadap larangan itu sendiri. Seperti seorang ibu melarang anaknya, “Jangan main dekat sumur!” Si ibu  tak mengatakan, “Jangan masuk sumur!” Mengapa? Tak lain karena nafsu seksual atau syahwat itu begitu kuat bagaikan api dengan bengsin yang jika didekatkan pasti akan terjadi kontak sehingga muncullah kobaran api. Persis seperti anak yang bermain di bibir sumur, jika terjerembab, tak bisa ampun lagi. Fakta menunjukkan,  jika pria dan wanita yang keduanya memiliki magnet syahwat dahsyat seperti anak muda berduaan di tempat sepi, pastilah akan terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Oleh karena itu, muslim dan muslimah dilarang berduaan dengan bukan muhrim tanpa orang ketiga  karena yang ketiganya dapat dipastikan adalah syetan. Bahkan, pada zaman sekarang, berduaan dengan muhrim pun layak diwaspadai sebab syetan bisa menebar syahwat binal. Buktinya,  ada ayah menodai anak kandungnya sendiri hingga hamil. Astaghfirullah…!
Hari demi hari, perusak akhlak dan moral manusia melalui perilaku hidup bebas memang begitu dahsyat.  Pamer orat penggoda syahwat amat mudah ditemui. Kalau diperingati, dengan enteng mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu bagian dari estetika seni. Ujung-ujungnya, seks menjadi ladang bisnis.
Tidak heran jika kemudian  Allah SWT menurunkan azab berupa HIV/AIDS yang dipicu oleh perilaku buruk manusia sendiri. Ingat, jangan mengatakan Allah tak adil dengan menurunkan azab berupa HIV/AIDS. Sebab,  jauh-jauh hari  Allah  telah memberikan peringatan melalui firman-firmanNya dalam Alquran, di antaranya:
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka….“(QS An Nuur ayat 30).
Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya…..” (QS An Nuur ayat 31)
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur ayat  2)
“…..laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al Ahzab ayat 35)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Quran surat At Tahrim ayat 6).
Allahu a’lam bishawab.***

Belum Ada Tanggapan to “RELIGI: Obat Mujarab Atasi HIV/AIDS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: