Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

Esek-esek Binal (3)

Selingkuh Tak Selamanya Indah, Bung!

SUDAH banyak korban berjatuhan gara-gara seks binal. Meski begitu, banyak lanang maupun awewe ora kapok. Begitulah, jika nafsu esek-esek  sudah tak tertahan, bagai luapan tsunami Aceh atau bobolnya tanggul Situ Gintung. Korbannya bukan hanya pisah piring (ketika bulan madu ‘kan makannya sepering berdua), pisah ranjang, dan pisah ketemuan alias bercerai, melainkan ada yang pisah nyawa dari raga. Cuma gara-gara SMS lagi. Cuma gara-gara SMS? Yes! Lo? Bagaimana ceritanya? Sabar dulu, sobat. Orang sabar pasti kesel.
Adalah Arjun, kita sebut saja begitu, pria berusia seperempat abad warga Kampung Mangunan, Desa Mangunan Dlingo, Bantul, itu tampaknya tak puas melampiaskan nafsu esek-eseknya cuma pada sang istri yang telah resmi. Meski sang istri siap melayani jika ada kahayang keukeuh dari sang suami kapan pun asal jangan lagi berkibar “bendera merah” wong yang namanya istri harus senantiasa standby,  saat melihat wanita lain di luar rumah,  air liur Arjun mendadak banjir. Sudah  gitu, burung peliharaannya  berontak kepengen  menclok di gebetan baru sang majikan.
 Akan tetapi, mengingat, menimbang, dan menyadari bahwa dirinya sudah diikat pertikaha sama istrinya, tentu saja Arjun  tak gegabah meladeni keinginan sang burung peliharaannya. Dia hanya mengelus  sang burung dengan ucapan, “Sabar dulu, say!” .
Strategi perselingkuhan pun dirancang sedemikian rupa. Susah-susah gampang memang. Andai saja pacar gelapnya itu tetangga, maka jadilah pacar lima langkah yang pasti mudah ketemuan. Tak perlu SMS-an, irit duit, dan kalau rindu bertemu cukup buka pintu, lalu melangkah dan say, helo sayang. Arjun tak mungkin berbuat seperti bait-bait syair lagu dangdut Pacar 5 Langkah itu karena memang WIL-nya berada di tempat jauh meski masih di lingkungan Kampung Mangunan. Maka, SMS-lah yang menjadi alat utama perselingkuhannya. Tentu saja harus pandai-pandai main petak umpet dengan sang istri. Maklum HP miliknya sesekali diinvestigasi sang istri. Kalau ketahuan, bisa  “2012” dong!
Pun dengan wanita selingkuhan Arjun. Minceu, kita sebut saja begitu  wanita yang menyambut baik ajakan Arjun untuk berselingkuh itu. Meski ia tahu bahwa Arjun sudah punya sangkar resmi tempat burungnya berkicau, Minceu mencoba menawarkan sangkar  miliknya  untuk disinggahi burung Arjun. Terpesona rayuan maut Minceu,  Arjun pun tak berdaya hingga akhirnya  kapengpeongan bahasa Jermannya mah.
Alhasil, baik Arjun maupun Minceu, sama-sama mengandalkan  jasa baik HP untuk ber-SMS-an. Semula hubungan via SMS itu aman-aman saja. Akan tetapi,  yang namanya selingkuh tak selamanya indah Bung.  Bak pepatah mengatakan, serapi-rapinya ngumpetin HP, jika ada panggilan dan tak di-silent,  terdengar juga. Pun  Arjun. Serapi-rapinya ber-SMS-ria ama  WIl-nya, toh tercium juga sama bininya. Itu gara-gara sang WIL  (wanita idaman lain) kirim SMS mencurigakan.  Sang istri pun sontak mengadukan temuannya. Ibarat KPK yang tak lama-lama membiarkan koruptor hengkang, hingga sadap-menyadap pun dilakukan,  istri Arjun yang punya kejelian bagai intelijen ini to the point minta klarifikasi..
“SMS dari siapa ini Bang? Kok ada sayang-sayangan?” serobot  istri Arjun  dengan sorot mata burung elang. Sejenak Arjun termangu. Namun,  berusaha tetap kalem. Lalu, katanya,  SMS itu dari temannya.
“Teman Tapi Mesra?” Susul sang istri. Darahnya mendidih. Arjun mulai kikuk, lantas terpojok, dan  tak berkutik. Akhirnya ia buka kartu bahwa SMS itu  memang dari teman spesialnya.
“Martabak spesial telur sih enak, wanita spesial selingkuhan  bikin hati gue enek tahu?”  Istri Arjun benar-benar murka, seraya berteriak, “Teganya, teganya, teganya……,” Lalu istri Arjun mendesak sang suami agar memberitahukan siapa wanita yang telah melukai hatinya itu. Arjun pun berterus terang. Habis harus gimana lagi, nasi telah menjadi bubur, tak mungkin harus ditanam lagi agar jadi beras. Tak menunggu lama,  malam itu pun istri Arjun mendatangi rumah wanita  selingkuhan suaminya.
Sedikit pun tak ada dusta di antara keduanya. Artinya, baik Arjun maupun WIl-nya berterus terang kepada istri Arjun. Tak heran jika luka hati istri Arjun  menjadi-jadi. Ya, jadi sebel kepada Arjun, jadi muak ama Wil-nya. Dan akhirnya jadi musuhan. Si Kabayan bilang,  pabaeud-baeud. Akhirnya, hubungan  mesra berubah menjadi hubungan perseteruan dan percekcokan kayak Israel kontra Palestina.
Keruan saja berdampak pada kedua orangtua bahkan para tetangga. Jika kondisi buruk ini dibiarkan, yang malu bukan .hanya keluarga, tetapi bisa sekampung. Bagaimanapun, perselingkuhan merupakan perbuatan asusila yang tak boleh terjadi. Maka, aparat setempat cepat bertindak. Keduanya didamaikan. Persoalan dianggap selesai. Itu bagi yang lain, tak demikian bagi Arjun. Ia begitu terpukul. Betapa tidak, orang sekampung jadi tahu, jelas ia harus menanggung malu sendirian. Ia   sungguh menyesal telah berbuat nekat. Namun, apa lacur sesal kemudian tak berguna. Ketika beban pikirannya memuncak, sesungguhnya ia butuh teman dekat yang bisa menenangkan batinnya. Bukan WIL-nya. Ia amat butuh dekapan dan kasih sayang sang istri. Akan tetapi, sayang, ia tak mendapatkan apa yang diharapkannya. Justru sebaliknya meski sang istri ketika didamaikan aparat telah memaafkannya, Arjun melihat sikap istrinya masih mendendam. Buktinya, sang istri kerap tak kelihatan di rumah. Saat itulah Ajun mengharap ada dewa penolong. Berhubung dewa tak ada, muncullah syetan yang dengan penuh kasih sayang memberikan solusi bagi dirinya agar go to akhirat saja. Dan, Jumat (23/10), saat kaum muslim beribadah salat Jumat di masjid, Arjun  disodori selendang oleh syetan dan dengan senang hati diterima lalu  ia lilitkan ke lehernya. Sejurus kemudian selendang itu telah terikat kuat di blandar rumahnya, sedangkan lilitan lainnya menjerat lehernya. Dan, dengan sempurna Arjun memisahkan nyawa dari raganya.
Korban diketahui telah menggantung oleh mertuanya. Keruan saja orang-orang gempar. Tangisan histeris dari keluarga pun meledak.Sebelum mengakhiri hidupnya, melalui SMS Arjun sempat mengemukakan kekesalan atas sikap istrinya yang malah hengkang ketika dia menghadapi masalah berat itu. Korban juga menyumpahi istrinya takkan bahagia dengan  laki-laki lain sepeninggal dirinya.
Selingkuh memang tak selamanya indah, Bung!.  Namun, sebagai pria pejantan tangguh tentu saja  Anda ngebet ingin selingkuh plus keindahannya, bukan? Ah, itu soal gampang Bung. Berselingkuhlah dengan istri. Ingat, Istri pun harus istri sendiri jangan istri orang, apalagi istri orangutan. Jika Anda tetap nekat,  risiko tanggung sendiri dong! (Direka ulang oleh Fendy Sy. Citrawarga dari berita HU  “Kedaulatan Rakyat”, Yogyakarta,  edisi  24 Oktober 2009)

Belum Ada Tanggapan to “Esek-esek Binal (3)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: