Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

RELIGI: Time is Ibadah

Oleh Fendy Sy. Citrawarga
WAKTU terus  bergulir. Layar 2009 ditutup, lalu terkuak 2010. Alhamdulillah kita masih dikarunia usia hingga menginjak titian 2010. Hitungan usia pun beranjak. Orang bijak bilang,  saat usia bertambah bilangan hitungannya, justru jatah hidup di alam fana ini malah berkurang.
Menyambut pergantian tahun, orang-orang di hampir seluruh dunia –terutama di kota-kota besar– menyambutnya dengan pesta pora. Karena pesta pora itulah gelora nafsu negatif begitu dominan. Sebagaimana kita simak di beberapa media massa, baik cetak  maupun elektronik, tak sedikit warga yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal lainnya.  Ada pula berita tempat hiburan yang digerebek polisi karena menampilkan tarian sur.
Meski begitu, tak sedikit pula warga yang menyambut pergantian tahun Masehi itu dengan sikap positif yakni tasyakur terhadap Ilahi atas karunia usia sehingga merasakan kedamaian dan ketenangan batin.
Karena pergantian tahun erat kaitannya dengan waktu, hal pertama yang harus kita pikirkan tentu saja ihwal sa’ah atau waktu. Bagi muslim, waktu sangat bermakna. Oleh karena itu, dalam banyak ayat Alquran Allah SWT kerap mengingatkan kaum beriman agar piawai memperhatikan guliran waktu. Surat yang paling populer dengan waktu yang termaktub dalam Kitab Suci Alquran adalah surat Al ‘Asher yang artinya:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia pasti berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling menasihati dengan hak dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Melalui surat ini Allah SWT mewanti-wanti kita, “Perhatikanlah waktu!” Mengapa ya Allah harus memperhatikan waktu? “Ya. Karena,  jika manusia tidak memperhatikan waktu selama hidupnya, dia akan menuai kerugian!” Kalau tidak ingin merugi, bagaimana caranya ya Allah? “Mudah, yakni harus menjadi orang beriman!” Cukupkah dengan beriman? “Tentu saja tidak, tetapi keimanan itu harus direalisasikan melalui amal saleh!” Apa saja amal saleh itu? “Di antaranya  kalian harus saling menasihati dengan acuan hak (kebenaran dari Allah dan RasulNya) dan saling menasihati dengan prinsip-prinsip kesabaran karena setiap orang itu tidak sama karakter dan wataknya.”
Itulah kira-kira penjabaran ayat 1-3 surat Al ‘Asher di atas kalau kita susun dalam sebuah dialog untuk memudahkan pemahaman.
Oleh karena itu, kalau orang Barat sana mengatakan bahwa  time is money atau waktu adalah uang, orang Islam yang benar–benar beriman –apakah dia berada di negeri Barat atau Timur– harus mengacu pada prinsip time is ibadah, waktu adalah ajang beribadah atau beramal saleh.
Lalu, benarkah dengan ibadah kita akan meraup keuntungan padahal keuntungan itu identik dengan banyak uang yang didapatkan dengan bekerja keras? Bukankah orang mengatakan bahwa dengan uang apa pun yang kita mau bisa terlaksana. Sebaliknya jika miskin kita akan sengsara? Itulah prinsip hidup  time is money. Bagi mukmin, prinsip hidup seperti itu harus dijauhi. Mengapa? Sebab, faktanya orang yang sehari-hari mengejar dunia, fulus alias money, belum tentu ingat akan nilai moral atau akan menyadari kewajiban beribadah karena uang harus dicari dengan bekerja keras yang sangat menyita waktu.
Akan tetapi, bagi orang yang prinisp hidupnya fokus pada ibadah, dengan sendirinya dia akan proaktif terhadap urusan duniawi atau mencari uang. Mengapa? Karena ibadah dalam maknanya yang luas tak bisa dilepaskan dari urusan dunia atau materi, khususnya uang. Ingin bukti? Ketika mengucapkan syahadat, tentu orang itu harus hidup dan orang bisa hidup jika fisiknya kuat dan sehat yang berarti harus makan dan minum. Salat, selain tubuh harus kuat dan sehat, juga wajib menutup orat yang bearti harus mengenakan busana dan itu harus dibeli dengan uang yang didapatkan dengan bekerja. Kewajiban zakat, mutlak bertalian dengan harta berlebih. Tak ada kewajiban  zakat bagi orang miskin karena bagi merekalah pembagian harta zakat tersebut. Singkatnya, orang yang mampu berzakat semata-mata karena kaya dan orang bisa kaya karena berusaha dengan bekerja keras. Pun dengan saum. Ibadah haji, apalagi. Dalam nas Alquran diterangkan bahwa kewajiban ibadah haji itu dengan syarat memiliki bekal harta/uang untuk di perjalanan.
Cukup gamblang  bahwa time is  ibadah memiliki manfaat ganda, dunia dan akhirat. Time is money saja, belum tentu tergerak untuk beribadah sehingga kalau mati –meskipun materi melimpah– tetap akan mengetam  “khusrun”  (kerugian) karena limpahan hartanya itu tidak dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ibadah yang sesungguhnya merupakan tugas poko hidup manusia di muka bumi. Padahal, kematian itu  tak bisa ditawar-tawar lagi. Mari kita renungkan dalil-dalil di bawah ini.
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”(Quran surat Al Munaafiquun ayat 10)
“Dan Allah sekali-sekali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munaafiquun: 11)
“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga macam: Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan amal saleh yang mendoakannya.” (HR Abu Dawud).
Semoga, meniti tahun 2010 ini kita makin menyadari akan pentingnya waktu untuk beribadah dan tidak terbuai tipuan dunia meski bukan berarti harus mengabaikannya. Karena, Allah dan RasulNya menyuruh kita kaya dengan  bekerja keras. Hanya, harus ingat bahwa kekayaan itu tak lain sebagai sarana untuk menunaikan titah ibadah dan bukan sekadar pemuas hawa nafsu kesenangan di dunia.
Semoga.***

Belum Ada Tanggapan to “RELIGI: Time is Ibadah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: