Pendicitrawarga's Blog
Blog Es Campur

News Klipping: KDRT 1

Enggan Bercerai, Suami Bunuh Istri

TIDAK mau bercerai, Vic (37) nekat menghabisi nyawa istrinya, Fransisca Ami Warti (35) di rumahnya di Kampung Cikempong RT 04/RW 09 Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (5/3) sekitar pukul 06.25 WIB. Vic menikam dada istrinya dengan pisau dapur.
Beberapa saat setelah menghabisi istrinya, pria yang bekerja sebagai penagih utang itu ditangkap petugas kepolisian dibantu warga sekitar. Selain menangkap pelaku, polisi juga merampas pisau yang digunakan untuk membunuh sebagai barang bukti. Kini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Bogor.
Di hadapan petugas penyidik Polres Bogor, Vic mengatakan, ia nekat membunuh istrinya karena tidak terima akan diceraikan. Bahkan, pelaku juga melarang Ami datang ke persidangan kedua kasus perceraian yang dilayangkan istrinya tersebut.
“Saya masih suka dan cinta sama dia (Ami, red.) dan saya tidak mau bercerai,” ungkap Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Muhamad Santoso, S.I.K. menirukan ucapan Vic, ketika dihubungi  melalui telepon selulernya, Kamis (5/3) malam.
Dikatakan Kasatreskrim, motif pembunuhan diduga berlatar belakang cemburu. Pelaku menganggap tuntutan perceraian yang sedang dalam proses persidangan tersebut lantaran istrinya yang bekerja di sebuah perusahaan PJTKI (penyalur jasa tenaga kerja Indonesia) mempunyai pria idaman lain. (Galamedia, Jumat 6 Maret 2009)

Suami Tusuk Istri 26 Kali

IW alias Colay (27), warga Kp. Cipasir, Desa Jelegong, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Minggu (5/4) sekitar pukul 21.00 WIB menusuk istrinya, NK (24) dengan pisau sebanyak 26 kali. Setelah itu, pelaku berusaha melakukan aksi bunuh diri dengan menyayat leher dan menusuk perutnya sebanyak lima kali.
Kini kondisi kedua korban cukup kritis di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung. Sementara kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dalam pengawasan Polsek Rancaekek. Petugas kini belum menetapkan pelaku sebagai tersangka dalam aksi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (6/4), peristiwa penganiyaan itu terjadi saat Iw mendatangi  NK di rumahnya, Minggu malam. “Kata tetangga, Iw datang pukul 19.30 WIB. Tapi, baru masuk ke dalam rumah pukul 21.00 WIB kurang,” kata Ny. Rasi (67), ibu kandung korban  di lokasi kejadian.
Menurut Rasi, saat Iw masuk dan menemui istrinya, NK langsung menegur suaminya itu. “Ari maneh rek naon datang ka dieu (kamu mau apa datang ke sini)?” kata Rasi mengutip ucapan korban.
Ditanya seperti itu, Iw menjawab dirinya akan mengambil surat nikah. Pasalnya, selama dua bulan ia sempat meninggalkan istri dan kedua anaknya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, lanjut Rasi, ia mendengar suara pertengkaran antara Iw dan NK di dalam kamar.  “Bahkan, ibu sempat mendengar suara NK berteriak-teriak. Setelah dicoba dilihat ke kamar, pelaku sedang menusukkan pisau ke tubuh korban berulang-ulang,” katanya. (Galamedia, Selasa 7 April 2009)

Istri Babak Belur Dihajar Suami

KARENA menganiaya istri hingga babak belur, As (39), warga Kec. Tambun, dilaporkan istrinya, Ny. Ika Wahyu Martanti (32) ke Polsek Tambun. Pemukulan terjadi di rumah kontrakan As. Menurut keterangan, Selasa (7/4), Ny. Ika hendak mengambil anaknya yang dibawa kabur As yang tinggal bersama istri mudanya, Wulandari (19), tiga bulan lalu. As selama ini tinggal di rumah kontrakan di wilayah Tambun. “Empat dari lima anak kami dibawa As ke kontrakannya bersama istri baru ke Kec. Tambun. Saya berniat menjemput, tapi malah dipukuli,” tutur Ny. Ika ketika melapor ke Polsek Tambun Bekasi, Selasa (7/4). Sebelum melapor, Ny. Ika sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Karya Medika Tambun, karena menderita memar pada rahang kanan, kepala belakang sakit, dan mata kaki bengkak. (Galamedia, Kamis 9 April 2009)

Istri Hamil Dianiaya Suami

IS (27) asal Kampung Sukamulya RT 02/RW 05 Desa Ciseureuh, Kec./Kab. Purwakarta yang baru 5 bulan menikah di bawah tangan dengan gadis pujaannya, Lilis Ruswianti (23), warga Kampung Binawarga RT 10/RW 03 Desa Kalijati Timur, Kec. Kalijati, Subang, terpaksa ditahan di Mapolsek Kalijati karena dilaporkan telah menganiaya istrinya sendiri yang sedang hamil muda (empat bulan).
Tidak hanya itu, rencana perkawinan secara resmi di KUA Kalijati pun  batal. Selain keluarga korban tidak menerima perlakuan tersangka, Lilis pun masih mendapat perawatan karena mengalami luka memar. “Sehari setelah mendapat laporan, IS diciduk saat berada di Alun-alun Kalijati. Ini masuk dalam kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” kata Kapolres Subang, AKBP Drs. Sugiyono, S.H. melalui Kapolsek Kalijati, AKP Joni Wardi didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Hardoyo saat ditemui Selasa  (14/4) di Mapolsek Kalijati.
Disebutkannya, tersangka melakukan penganiayaan diduga akibat cemburu yang berlebihan saat keduanya berbelanja di Pasar Kalijati guna persiapan pernikahan resmi di KUA karena sebelumnya hanya melakukan pernikahan di bawah tangan alias nikah siri. Pada saat itu ada seorang pria yang menegur Lilis, “Belanja ya?”
Tentu saja Lilis menjawabnya, “Sumuhun”.
Ternyata begitu sampai di rumah, tersangka menyatakan rasa ketidaksenangannya dan langsung meninju dinding rumah yang membuat Lilis kaget serta bertanya-tanya. IS malah menjawab dengan tamparan ke pipi kiri dan kanan serta membenturkan korban ke dinding tembok hingga terjatuh. (Galamedia, Rabu 15 April 2009)

Istri Minta Cerai, Golok Bicara

DIDUGA emosional tidak kuat mendengar rengekan istrinya yang meminta  cerai, En (40), warga Kampung Kalmes, Desa Pananggapan, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, tega membacok istrinya, Lisnawati (38) hingga mengalami luka.
Akibatnya, korban menderita luka serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk wajahnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Rabu (20/5). Sedangkan En langsung kabur.
Keterangan yang dihimpun “GM”, Kamis (21/5) menyebutkan, aksi pembacokan yang dilakukan suami terhadap istrinya tersebut bermula saat keduanya tiba-tiba terlibat percekcokan sengit. En tidak terima dan tidak mau mengabulkan permintaan cerai istrinya. Diduga kalap lantaran istrinya menuntut cerai terus, En mengeluarkan sebilah golok dan langsung disabetkan kepada istrinya.
“Kejadianya begitu cepat, saat saya datang bermaksud untuk menengok cucu saya (anak dari korban, red), mereka tiba-tiba terlibat cekcok, saya sempat berupaya melerai,” tutur Anah (60), ibu Lisnawati sekaligus saksi, Kamis (20/5).
Menurut Anah, percekcokan anaknya dengan suaminya akibat permintaan anaknya untuk minta diceraikan karena selama empat tahun berumah tangga, tidak diberi nafkah. “Masalahnya sebenarnya sudah diadukan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Tapi, niat itu belum juga dikabulkan karena harus ada izin dari suaminya,”  kata perempuan yang akrab disapa Abu ini, seraya mengatakan, dirinya mengalami luka memar di pipi sebelah kiri akibat ditampar En saat berupaya melerai. (Galamedia, Jumat 22 Mei 2009). (Dihimpun oleh fendy sy. citrawarga).***

 

 

Belum Ada Tanggapan to “News Klipping: KDRT 1”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: